Batam (Antara Kepri) - Usaha Kecil Menengah di Provinsi Kepulauan Riau (UKM Kepri) siap menghadapi tantangan persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN tahun 2015, kata Pelaksana Tugas Ketua Kamar Dagang dan Industri Daerah (Kadinda) Kepri Soraya Djajakusuma.

"UKM Kepri siap, saya rasa UKM di Kepri yang paling siap bersaing," kata Soraya Djajakusuma di Batam, Selasa.

Menurut dia, selama ini UKM di Kepri juga sudah terbiasa berhubungan dengan dunia internasional, mengingat lokasi geografisnya yang berbatasan dengan empat negara tetangga, Malaysia, Singapura, Thailand dan Vietnam.

"Apalagi selama ini sudah ada hubungan Sijori (Singapura Johor Riau-red)," kata dia.

UKM Kepri juga terbiasa menjajakan hasil kreasinya di pasar-pasar internasional dalam pameran-pameran yang diselenggarakan di Singapura.

Beberapa UKM di Kepri bahkan sudah memiliki pasar sendiri di Singapura, seperti produksi bawang goreng dan penganan yang terbuat dari olahan gonggong dan buah naga.

Untuk mendorong kemampuan UKM, Kadin Kepri membentuk tim khusus yang memberikan pelatihan kepada sejumlah pelaku usaha kecil.

"Tim memberikan pelatihan, terutama untuk pengemasan produk, display, agar lebih menarik lagi," kata dia.

Nada optimis UKM di Kepri mampu bertahan, bahkan memenangkan persaingan dengan usaha sejenis dari negara lain dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan pengembangan usaha mikro kecil dan menengah di daerah penting untuk meningkatkan daya saing dalam rangka pelaksanaan MEA.

Agus mengatakan untuk mengembangkan perekonomian di daerah juga diperlukan kemudahan pemerataan akses keuangan dan pembayaran melalui pemanfaatan layanan digital kepada seluruh masyarakat pengguna jasa perbankan.

"Layanan digital akan mempercepat proses pengentasan kemiskinan dan membantu peningkatan hasil pembangunan di seluruh negeri," katanya. (Antara)

Editor: Rusdianto