Komunitas Kristen Kepri Dukung Prabowo-Hatta
Senin, 23 Juni 2014 8:00 WIB
Batam (Antara Kepri) - Sejumlah komunitas Kristiani Koalisi Merah Putih Provinsi Kepulauan Riau mendeklarasikan dukungan untuk kemenangan calon Presiden Nomor Urut 1 Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa (Prabowo-Hatta) di Batam, Minggu.
Organisasi tersebut diantaranya Komunitas Pendeta Kota Batam, Komunitas Wanita Kristiani Batam, Komunitas Kristiani Sekupang, Komunitas Kristiani Batuaji, Komunitas Dosen Kristiani Batam, Komunitas Pekerja Kristiani Batam.
Selanjutnya Komunitas Kristiani Bengkong-Batuampar, Komunitas Pemuda Kristiani Batuaji, Komunitas Kristiani Karimun, Komunitas Mahasiswa Kristiani Batam, Komunitas Kristiani Sagulung.
"Deklarasi ini lahir dari kerisauan dinamika politik di Indonesia. Kami ingin pemimpin yang benar-benar menjadikan negara ini besar dan rakyat yang sejahtera," kata Ketua Komunitas Kristiani Pendukung Prabowo-Hatta, Kepri, Onward Siahaan.
Ia mengatakan, Prabowo dilahirkan untuk masyarakat yang majemuk dan dapat diterima semua agama dan semua lapisan jadi layak memimpin Indonesia.
"Kami menilai Prabowo Subianto seorang nasionalis. Prabowo juga merupakan tokoh yang komit berjuang untuk Indonesia," kata dia.
Ia mengatakan jika hanya untuk memilih seorang presiden, ada puluhan tokoh yang bisa jadi presiden.
"Tapi kami sedang berdoa dan memilih pemimpin di Indonesia, memimpin untuk Indonesia jaya. Kami sangat percaya jika Prabowo-Hatta memimpin, keinginan tersebut akan terwujud," kata Onward.
Onward mengatakan, Prabowo dilahirkan dari keluarga pemimpin dan dari keluarga yang cinta Indonesia.
Prabowo, kata dia, sebagai jenderal yang tidak hanya dibina di Indonesia, tapi juga di Amerika Serikat.
"Kami butuh pemimpin. Prabowo bukan hanya Jenderal, tapi berjiwa pemimpin," kata dia.
Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta Kepri, Taba Iskandar mengatakan perlu untuk menjaga kerukunan dan menghindari perpecahan meski pendukung Prabowo berasal dari berbagai agama.
"Kepentingan bangsa harus dikedepankan. Perbedaan bukan untuk menjadi ancaman. Memang kita beragam dan itulah Indonesia. Kita butuh orang tegas dan tepat untuk mengambil kebijakan, bagi Indonesia," kata dia.
Pelaksanaan Pilpres pada 9 Juli 2014 diikuti dua pasang calon. Calon nomor urut pertama Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, pasangan nomor urut dua Joko Widodo-Muhammad Jusuf Kalla. (Antara)
Editor: Rusdianto
Organisasi tersebut diantaranya Komunitas Pendeta Kota Batam, Komunitas Wanita Kristiani Batam, Komunitas Kristiani Sekupang, Komunitas Kristiani Batuaji, Komunitas Dosen Kristiani Batam, Komunitas Pekerja Kristiani Batam.
Selanjutnya Komunitas Kristiani Bengkong-Batuampar, Komunitas Pemuda Kristiani Batuaji, Komunitas Kristiani Karimun, Komunitas Mahasiswa Kristiani Batam, Komunitas Kristiani Sagulung.
"Deklarasi ini lahir dari kerisauan dinamika politik di Indonesia. Kami ingin pemimpin yang benar-benar menjadikan negara ini besar dan rakyat yang sejahtera," kata Ketua Komunitas Kristiani Pendukung Prabowo-Hatta, Kepri, Onward Siahaan.
Ia mengatakan, Prabowo dilahirkan untuk masyarakat yang majemuk dan dapat diterima semua agama dan semua lapisan jadi layak memimpin Indonesia.
"Kami menilai Prabowo Subianto seorang nasionalis. Prabowo juga merupakan tokoh yang komit berjuang untuk Indonesia," kata dia.
Ia mengatakan jika hanya untuk memilih seorang presiden, ada puluhan tokoh yang bisa jadi presiden.
"Tapi kami sedang berdoa dan memilih pemimpin di Indonesia, memimpin untuk Indonesia jaya. Kami sangat percaya jika Prabowo-Hatta memimpin, keinginan tersebut akan terwujud," kata Onward.
Onward mengatakan, Prabowo dilahirkan dari keluarga pemimpin dan dari keluarga yang cinta Indonesia.
Prabowo, kata dia, sebagai jenderal yang tidak hanya dibina di Indonesia, tapi juga di Amerika Serikat.
"Kami butuh pemimpin. Prabowo bukan hanya Jenderal, tapi berjiwa pemimpin," kata dia.
Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta Kepri, Taba Iskandar mengatakan perlu untuk menjaga kerukunan dan menghindari perpecahan meski pendukung Prabowo berasal dari berbagai agama.
"Kepentingan bangsa harus dikedepankan. Perbedaan bukan untuk menjadi ancaman. Memang kita beragam dan itulah Indonesia. Kita butuh orang tegas dan tepat untuk mengambil kebijakan, bagi Indonesia," kata dia.
Pelaksanaan Pilpres pada 9 Juli 2014 diikuti dua pasang calon. Calon nomor urut pertama Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, pasangan nomor urut dua Joko Widodo-Muhammad Jusuf Kalla. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Otoritas Israel blokir akses umat Kristen ke perayaan Sabtu Suci di Yerusalem
20 April 2025 14:24 WIB, 2025
Jumat Agung, Masjid Istiqlal sediakan parkir bagi umat Kristen yang melaksanakan ibadah
18 April 2025 13:50 WIB, 2025
Perayaan Natal di Palestina akan dibatasi karena serangan dari Israel
24 November 2024 8:24 WIB, 2024
Umat Kristen di Palestina jadi sasaran serangan pemukim Yahudi yang meningkat
28 December 2023 12:37 WIB, 2023
Lebanon kecam Israel atas pembatasan umat Kristen masuki Gereja Makam Suci di Yerusalem
14 April 2023 16:43 WIB, 2023
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
Iran desak Dewan Keamanan PBB tolak draf resolusi terkait Selat Hormuz usulan AS
07 May 2026 15:41 WIB