Batam (Antara Kepri) - Tarif baru listrik PT Pelayanan Listrik Nasional (b'right PLN) Batam mulai berlaku Juli 2014, sesuai dengan Surat Keputusan Walikota Batam No 018/Perindagesdm/VI/2014.

Sekretaris Perusahaan bright PLN Batam Agus Subekti di Batam, Rabu, mengatakan Penyesuaian Tarif Listrik Batam (PTLB) periode Juli 2014 diberlakukan per segmen golongan tarif untuk memenuhi asas keadilan bagi kemampuan daya beli konsumen yang berbeda.

"PTLB akan berlaku bagi semua golongan tarif, kecuali golongan yang mengikuti TDL tidak dikenakan PTLB. Golongan tersebut meliputi pelanggan Sosial Kecil sampai dengan 2.200 VA dan Rumah Tangga Kecil sampai dengan 900 VA," kata Agus.

Sayangnya, Agus enggan merinci persentase kenaikan tarif tiap-tiap segmen pelanggan.

Ia mengatakan meski naik, namun tarif listrik Batam sebenarnya masih di bawah harga tarif listrik di wilayah Indonesia lain.

Secara nasional PT PLN (Persero) sudah memberlakukan tarif baru untuk beberapa golongan tarif mulai Juli 2014, yaitu tarif rumah tangga rata-rata menjadi sekitar Rp.1.350 per kWh, lebih besar ketimbang rata-rata tarif rumah tangga setelah PTLB diberlakukan sebesar Rp.993 per kWh.

Sementara itu, meskipun sudah memberlakukan tarif baru, namun belum mampu menguatkan kelistrikan Batam, kata Agus.

"Karena harga jual listrik masih berada di bawah BPP. Meski demikian, pengambil keputusan dan kalangan konsumen dapat mendukung upaya penyehatan kelistrikan Batam baik lewat penyesuaian tarif, maupun kebijakan lain yang memperkuat infrastruktur listrik dari hulu hingga hilirnya," kata dia.

Wali Kota Batam mengeluarkan SK tentang PTLB pertengahan Juni, setelah melalui rangkaian pembahasan, diskusi publik dan pembahasan DPRD Kota Batam.

Penyesuaian tarif listrik yang dilakukan secara berkala tiap tiga bulan sekali.

Penyesuaian PTLB yang dilakukan dengan meningkatkan tarif listrik di beberapa segmen pelanggan listrik itu disebabkan kenaikan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) tenaga listrik, dari kenaikan nilai tukar dollar Amerika terhadap rupiah, harga energi primer dan tingkat inflasi sejak kuartal akhir tahun 2013.

"Faktor yang paling memicu PTLB Juli 2014 ini adalah adanya perubahan nilai tukar dollar AS terhadap rupiah yaitu dari nilai acuan dasar Rp9.100 per USD menjadi sekitar Rp 12.000 per dolar AS," kata Agus.

Bright PLN BAtam setiap bulannya belanja energi primer dalam bentuk gas dan batubara sekitar 5,6 juta dolar AS, sehingga kenaikan kurs dollar sangat berpengaruh terhadap biaya pembelian energi primer. (Antara)

Editor: Rusdianto