DPW PKB Kepri Minta Kader Tetap Solid
Selasa, 19 Agustus 2014 11:23 WIB
Batam (Antara Kepri) - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Wilayah PKB Kepulauan Riau (Kepri) Riki Syolihin meminta kader tidak termakan isu pembekuan kepengurusan DPC PKB Batam karena ketuanya diduga terlibat transaksi jual-beli suara pada Pemilu 9 April 2014.
"Isu alasan pemecatan karena keterlibatan Saudara Jeffry (Ketua DPC PKB Batam yang diberhentikan dari jabatan) terlibat jual-beli suara partai tidak benar. Jadi semua kader harus tetap solid dan tidak termakan isu yang bisa memecah partai tersebut, apalagi sebentarlagi ada pilgub (pemilihan gubernur)," kata dia di Batam, Selasa.
Jeffry yang juga anggota DPRD Batam tersebut dipecat oleh DPP pada Kamis (14/8). Surat pemecatan ditandatangani langsung oleh Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar.
"Keputusan Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pimpinan Wilayah PKB untuk memberhentikan Jeffry dan membekukan kepengurusan sudah melalui mekanisme dan pertimbangan matang," kata dia.
Riki menyatakan, putusan DPP tersebut murni penyegaran, karena pemberhentian atau pembekuan kepengurusan pada sebuah partai sesuatu yang wajar.
"Saudara Jeffry tetap dipercaya sebagai anggota DPRD Kota Batam. Pemikirannya sangat dibutuhkan dalam partai," kata Riki.
Ia meminta semua kader untuk berkonsolidasi, memperbanyak silaturahim dan berprasangka baik pada keputusan yang sudah diambil.
"Jangan ada polemik di antara kader dan masyarakat. Saudara Jeffry tetap dibutuhkan partai untuk menghadapi pemilihan gubernur pada 2015. PKB tidak ingin ada terjadi masalah dengan internal dan akan diselesaikan menurut aturan," kata Riki.
PKB, kata dia, butuh tenaga yang besar untuk menghadapi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri pada 2015.
Ketua DPW PKB Kepri Abdul Basith sebelumnya mengatakan alasan pemecatan Jeffry lainnya adalah karena menurunnya kinerja PKB DPC Kota Batam pada Pemilu lalu.
Pada pemilu tersebut PKB Kota Batam ditargetkan mendapat empat kursi, namun realisasinya hanya tiga kursi. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Isu alasan pemecatan karena keterlibatan Saudara Jeffry (Ketua DPC PKB Batam yang diberhentikan dari jabatan) terlibat jual-beli suara partai tidak benar. Jadi semua kader harus tetap solid dan tidak termakan isu yang bisa memecah partai tersebut, apalagi sebentarlagi ada pilgub (pemilihan gubernur)," kata dia di Batam, Selasa.
Jeffry yang juga anggota DPRD Batam tersebut dipecat oleh DPP pada Kamis (14/8). Surat pemecatan ditandatangani langsung oleh Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar.
"Keputusan Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pimpinan Wilayah PKB untuk memberhentikan Jeffry dan membekukan kepengurusan sudah melalui mekanisme dan pertimbangan matang," kata dia.
Riki menyatakan, putusan DPP tersebut murni penyegaran, karena pemberhentian atau pembekuan kepengurusan pada sebuah partai sesuatu yang wajar.
"Saudara Jeffry tetap dipercaya sebagai anggota DPRD Kota Batam. Pemikirannya sangat dibutuhkan dalam partai," kata Riki.
Ia meminta semua kader untuk berkonsolidasi, memperbanyak silaturahim dan berprasangka baik pada keputusan yang sudah diambil.
"Jangan ada polemik di antara kader dan masyarakat. Saudara Jeffry tetap dibutuhkan partai untuk menghadapi pemilihan gubernur pada 2015. PKB tidak ingin ada terjadi masalah dengan internal dan akan diselesaikan menurut aturan," kata Riki.
PKB, kata dia, butuh tenaga yang besar untuk menghadapi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri pada 2015.
Ketua DPW PKB Kepri Abdul Basith sebelumnya mengatakan alasan pemecatan Jeffry lainnya adalah karena menurunnya kinerja PKB DPC Kota Batam pada Pemilu lalu.
Pada pemilu tersebut PKB Kota Batam ditargetkan mendapat empat kursi, namun realisasinya hanya tiga kursi. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DPRD dorong optimalisasi PAD lewat opsen PKB untuk kemandirian fiskal Batam
29 August 2025 12:27 WIB
Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor di Kepri capai Rp596 miliar pada 2024
06 January 2025 17:04 WIB, 2025
Pemprov Kepri berlakukan diskon PKB & BBNKB usai penerapan opsen pajak
06 January 2025 15:51 WIB, 2025
Bapenda Batam tingkatkan kepatuhan membayar PKB dengan penagihan utang
04 January 2025 6:31 WIB, 2025
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
Iran akan membalas dengan keras jika AS berusaha membunuh pemimpin baru mereka
14 March 2026 15:12 WIB
Arab Saudi, Bahrain, dan UEA sebut sistem pertahanan udara cegat drone dan rudal Iran
11 March 2026 15:31 WIB
Mendagri tekankan keselamatan mudik di Kepri: Cek Kapal dan awasi objek wisata
10 March 2026 7:40 WIB
Pemkab Natuna pertimbangkan penghapusan TPP, penuhi belanja pegawai 30 persen
09 March 2026 16:31 WIB