Batam (Antara Kepri) - Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Malaysia, Syafii mengatakan pasar wisatawan mancanegara dari Malaysia ke daerah di Provinsi Kepulauan Riau belum tergarap baik, padahal kunjungan warga negara jiran untuk berlibur di Indonesia sangat besar.

"Selama ini baru dari Johor saja, padahal potensi wisman dari Pahang, Trengganu, Kuala Lumpur dan lainnya cukup besar," kata petugas VITO Malaysia Syafii dalam rapat penetapan angka kunjungan Wisman ke Kepri 2015 di Batam, Rabu.

Berdasarkan survei kecil yang dilakukan, ia menyimpulkan banyak agen travel di Kuala Lumpur dan sekitarnya tidak mengetahui potensi wisata di Kepri serta tidak memiliki informasi tur dan travel di Kepri.

Warga Malaysia masih berpikiran Batam dan Bintan di Kepri hanya idientik dengan golf saja. Belum banyak yang tahu potensi wisata lain di Batam dan Bintan.

"Warga Malaysia pikir Batam dan Bintan mahal, karena menggunakan dolar Singapura," kata dia.

Syafii mengatakan beberapa pasar wisata yang perlu digarap di Malaysia adalah perjalanan bulan madu dan perjalanan rombongan.

Menurut dia, Batam sangat potensial untuk dijadikan lokasi berbulan madu yang dekat dengan Malaysia.

"Kemarin saya menginap di resort di Nongsa. Tempatnya indah sekali, bisa untuk bulan madu. Dan sangat dekat, cukup naik pesawat sampai di Bandara Hang Nadim hanya berkendara sebentar saja," kata dia.

Ia optimistis pasar perjalanan bulan madu ke Batam akan sukses di Malaysia, karena saat ini sedang tren di Negeri Jiran.

VITO Malaysia menilai, wisata Batam, Bintan dan daerah lain di Kepri harus bersaing dengan daerah lain Indonesia, seperti Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

"Kompetitor Batam itu Sumut dan Sumbar. Kalau Bandung, jauh," kata dia.

Untuk memenangi persaingan dengan daerah di Sumatera, Kepri harus meningkatkan daya saing dengan menawarkan tempat kunjungan yang berbeda.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam Yusfa Hendri mengatakan kunjungan Wisman asal Malaysia jauh lebih  sedikit dibanding dari Singapura.

"Malaysia harus digarap, karena jumlah wisman yang datang sedikit," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto