Legislator: Sembako di Anambas dan Natuna Langka
Kamis, 15 Januari 2015 15:20 WIB
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Sembako di Kabupaten Natuna dan Kepulauan Anambas mulai langka akibat empat kapal perintis dari Kota Tanjungpinang ke daerah tersebut tidak berlayar, kata Sekretaris Komisi III DPRD Kepulauan Riau Sofyan Syamsir..
"Selama ini'kan ada empat kapal yang beroperasi di rute itu. Kapal-kapal itu selain membawa penumpang juga membawa sembako," kata legislator dari daerah pemilihan Anambas-Natuna tersebut di Tanjungpinang, Kamis.
Sembako yang dijual di Natuna dan Anambas berasal dari berbagai daerah di Sumatera dan Jawa. Sembako itu dibawa dengan menggunakan kapal melalui Tanjungpinang.
"Natuna dan Anambas bukan daerah penghasil beras, sayur-mayur maupun telur, karena itu bergantung dari daerah lain. Kalau tidak ada kapal, sembako tidak dapat didistribusikan ke Natuna dan Anambas," ujarnya.
Syofyan mengatakan kapal yang dimaksudnya, Sabuk Nusantara 30, Sabuk Nusantara 39 dan Trigas.
Kapal dengan rute perjalanan Tanjungpinang menuju Natuna dan Anambas tersebut tidak dapat beroperasi lantaran Kementerian Perhubungan belum melelangnya. Akibat lambannya proses pelelangan, keempat kapal tidak dapat beroperasi.
"Sekarang semua kapal itu belum jalan, karena lelang di kementerian terkait belum dilakukan," ujarnya.
Dia meminta agar Pemerintah Provinsi Kepri mendesak Kementerian Perhubungan mempercepat lelang kapal yang beroperasi Tanjungpinang, Natuna dan Anambas.
"Aturannya memang keempat kapal tersebut setiap tahun harus dilelang, khususnya untuk perusahaan yang menjadi operator. Hingga saat ini, lelang itu belum dilakukan Kemenhub, sehingga transportasi ke Natuna dan Anambas terhambat," katanya.
Dia mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan KSOP (dulu Adpel) tentang persoalan ini. Pihak KSOP menerangkan, lelang sebenarnya sudah beberapa kali mau dilakukan oleh Kemhub, namun terpaksa ditunda karena harga BBM berubah.
"Kalau penjelasan KSOP seperti itu. Tapi kami sudah menyampaikan, apapun caranya empat kapal perintis itu harus segera dijalankan. Karena sembako mulai langka dan mahal di Natuna dan Anambas," ujarnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Selama ini'kan ada empat kapal yang beroperasi di rute itu. Kapal-kapal itu selain membawa penumpang juga membawa sembako," kata legislator dari daerah pemilihan Anambas-Natuna tersebut di Tanjungpinang, Kamis.
Sembako yang dijual di Natuna dan Anambas berasal dari berbagai daerah di Sumatera dan Jawa. Sembako itu dibawa dengan menggunakan kapal melalui Tanjungpinang.
"Natuna dan Anambas bukan daerah penghasil beras, sayur-mayur maupun telur, karena itu bergantung dari daerah lain. Kalau tidak ada kapal, sembako tidak dapat didistribusikan ke Natuna dan Anambas," ujarnya.
Syofyan mengatakan kapal yang dimaksudnya, Sabuk Nusantara 30, Sabuk Nusantara 39 dan Trigas.
Kapal dengan rute perjalanan Tanjungpinang menuju Natuna dan Anambas tersebut tidak dapat beroperasi lantaran Kementerian Perhubungan belum melelangnya. Akibat lambannya proses pelelangan, keempat kapal tidak dapat beroperasi.
"Sekarang semua kapal itu belum jalan, karena lelang di kementerian terkait belum dilakukan," ujarnya.
Dia meminta agar Pemerintah Provinsi Kepri mendesak Kementerian Perhubungan mempercepat lelang kapal yang beroperasi Tanjungpinang, Natuna dan Anambas.
"Aturannya memang keempat kapal tersebut setiap tahun harus dilelang, khususnya untuk perusahaan yang menjadi operator. Hingga saat ini, lelang itu belum dilakukan Kemenhub, sehingga transportasi ke Natuna dan Anambas terhambat," katanya.
Dia mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan KSOP (dulu Adpel) tentang persoalan ini. Pihak KSOP menerangkan, lelang sebenarnya sudah beberapa kali mau dilakukan oleh Kemhub, namun terpaksa ditunda karena harga BBM berubah.
"Kalau penjelasan KSOP seperti itu. Tapi kami sudah menyampaikan, apapun caranya empat kapal perintis itu harus segera dijalankan. Karena sembako mulai langka dan mahal di Natuna dan Anambas," ujarnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Arisal Aziz janjikan insentif ninik mamak di Sumbar bila jalankan tugas
14 April 2025 11:53 WIB, 2025
Legislator minta Kemenhub kembalikan status internasional bandara RHF
21 September 2023 9:05 WIB, 2023
Legislator sebut mutu instalasi listrik di DPRD Batam perlu ditingkatkan
15 August 2023 15:20 WIB, 2023
Legislator Kepri minta pemerintah vaksin booster kedua pada petugas pelabuhan
03 January 2023 19:05 WIB, 2023
Akademisi hingga legislator Kepri jagokan Portugal juara di Piala Dunia 2022
21 November 2022 6:24 WIB, 2022
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pelni Tanjungpinang ajak warga manfaatkan diskon tiket kapal periode libur sekolah
06 June 2026 15:57 WIB
Harga minyak mentah Indonesia pada Mei 2026 turun ke 106,56 dolar AS per barel
06 June 2026 14:04 WIB