Batam (Antara Kepri) - Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih menyelidiki penyebab kecelakaan pesawat latih milik Sekolah Penerbangan Flybest di landas pacu Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Selasa (10/2).

"Tim KNKT tengah melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan tersebut," kata Suwarso, Plt Kepala Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Jumat.

Hingga kini, kata dia, petugas KNKT masih meminta keterangan dan memeriksa pilot muda yang mengemudikan pesawat latih jenis Cessna 152 PK-KFB yang terbakar saat kejadian pada Selasa (10/2) sekitar pukul 10.30 WIB itu.

"Meski saat kejadian anginnya hingga 16 knot, namun yang berhak memastikan penyebab kecelakaan adalah KNKT. Jadi untuk mengetahuinya masih menunggu proses dari KNKT," kata dia.

Pesawat latih Flybest mengalami kecelakaan pada saat hendak mendarat di landas pacu Bandara Internasional Hang Nadim Batam sektor 04 dan tidak ada korban jiwa.

Setelah menyentuh landasan, pesawat warna orange-putih tersebut sempat memantul dua kali. Pantulan pertama pesawat jatuh miring, pantulan kedua pesawat jatuh menukik sehingga roda depan patah dan kerasnya benturan mengakibatkan percikan api hingga badan pesawat terbakar.

Akibat kejadian tersebut, tiga penerbangan dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam masing-masing Citilink, Garuda Indonesia, dan Lion Air tertunda. Sementara satu pesawat Citilink dari Jakarta yang hendak mendarat terpaksa harus berputar beberapa kali hingga evakuasi selesai sekitar pukul 11.20 WIB.

"Sesuai dengan peraturan, kami juga menutup bandara hingga proses pukul 12.00 WIB. Setelah semua dinyatakan aman, barulah bandara dibuka kembali," kata Suwarso.

Flybest merupakan sekolah penerbangan yang berdiri di Hang Nadim sejak 17 Januari 2013 dengan mengoperasikan lima pesawat serupa. Sementara dua pesawat latih lain dalam pesanan.

Pada September 2013, satu pesawat juga jatuh di perairan Pulau Bintan. Kecelakaan itu juga tidak menyebabkan korban jiwa. (Antara)

Editor: Rusdianto