KPU Kepri: Anggaran Pilkada Diprediksi Rp60 Miliar
Rabu, 15 April 2015 13:57 WIB
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Kepulauan Riau (KPU Kepri) memprediksi anggaran yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan pilkada pada Desember 2015 sekitar Rp60 miliar setelah dirasionalisasi.
"Kami prediksi, berdasarkan hitung-hitungan sementara, anggaran pilkada sekitar Rp60 miliar, lebih kecil dibanding yang diajukan sebelumnya. Nilai anggaran yang pasti dibutuhkan untuk pilkada diketahui setelah dibahas bersama dengan KPU kabupaten dan kota," kata Komisioner KPU Kepri Arison di Tanjungpinang, Rabu.
Dia mengatakan awalnya KPU Kepri mengajukan anggaran kepada Pemerintah Kepri sekitar 120 miliar, kemudian menurun menjadi Rp89 miliar setelah dirasionalisasi.
Anggaran tersebut belum termasuk kegiatan yang akan dianggarkan KPU kabupaten dan kota. Karena itu, anggaran pilkada dapat ditekan.
"Pada prinsipnya pengaturan kegiatan pilkada dilakukan dengan hati-hati, tidak boleh kegiatan yang sama dianggarkan provinsi dan kabupaten/kota," ujarnya.
Menurut dia, pembahasan anggaran pilkada antara KPU Kepri dengan KPU kabupaten dan kota secara resmi belum pernah dilakukan. KPU Kepri akan membahasnya Kamis atau Jumat saat pertemuan rutin dengan Komisioner KPU kabupaten dan kota.
Hal itu disebabkan KPU Kepri tidak memiliki anggaran khusus untuk membahas anggaran pilkada sehingga terpaksa memanfaatkan pertemuan rutin itu.
"Kami sisipkan waktu pertemuan rutin itu untuk membahas anggaran pilkada. Ini penting, mengingat waktu sudah dekat dengan penyelenggaraan pesta demokrasi," ujarnya.
Arison menjelaskan KPU Kepri akan memberi pedoman pola penganggaran pilkada untuk KPU kabupaten dan kota. Pola itu dijadikan panduan penganggaran agar pembahasan kegiatan pilkada mudah dilakukan KPU kabupaten dan kota.
"Kami akan menyampaikan kepada KPU kabupaten dan kota terkait apa saja yang dibahas mereka. Hasil pembahasan mereka yang diajukan kepada kami diharapkan sudah final," katanya.
Dia mengemukakan kegiatan yang dianggarkan KPU Kepri seperti honor Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS), distribusi logistik sampai ke KPPS, bimbingan teknis tingkat kabupaten dan kota, serta pemutakhiran data pemilih hingga percetakan dibiayai KPU Kepri.
"Sedangkan honor KPPS menjadi tanggung jawab kabupaten dan kota, sosialisasi tingkat kabupaten dan kota juga dianggarkan KPU kabupaten dan kota karena kebijakan itu dilakukan sesuai karakteristik kedaerahan," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Kami prediksi, berdasarkan hitung-hitungan sementara, anggaran pilkada sekitar Rp60 miliar, lebih kecil dibanding yang diajukan sebelumnya. Nilai anggaran yang pasti dibutuhkan untuk pilkada diketahui setelah dibahas bersama dengan KPU kabupaten dan kota," kata Komisioner KPU Kepri Arison di Tanjungpinang, Rabu.
Dia mengatakan awalnya KPU Kepri mengajukan anggaran kepada Pemerintah Kepri sekitar 120 miliar, kemudian menurun menjadi Rp89 miliar setelah dirasionalisasi.
Anggaran tersebut belum termasuk kegiatan yang akan dianggarkan KPU kabupaten dan kota. Karena itu, anggaran pilkada dapat ditekan.
"Pada prinsipnya pengaturan kegiatan pilkada dilakukan dengan hati-hati, tidak boleh kegiatan yang sama dianggarkan provinsi dan kabupaten/kota," ujarnya.
Menurut dia, pembahasan anggaran pilkada antara KPU Kepri dengan KPU kabupaten dan kota secara resmi belum pernah dilakukan. KPU Kepri akan membahasnya Kamis atau Jumat saat pertemuan rutin dengan Komisioner KPU kabupaten dan kota.
Hal itu disebabkan KPU Kepri tidak memiliki anggaran khusus untuk membahas anggaran pilkada sehingga terpaksa memanfaatkan pertemuan rutin itu.
"Kami sisipkan waktu pertemuan rutin itu untuk membahas anggaran pilkada. Ini penting, mengingat waktu sudah dekat dengan penyelenggaraan pesta demokrasi," ujarnya.
Arison menjelaskan KPU Kepri akan memberi pedoman pola penganggaran pilkada untuk KPU kabupaten dan kota. Pola itu dijadikan panduan penganggaran agar pembahasan kegiatan pilkada mudah dilakukan KPU kabupaten dan kota.
"Kami akan menyampaikan kepada KPU kabupaten dan kota terkait apa saja yang dibahas mereka. Hasil pembahasan mereka yang diajukan kepada kami diharapkan sudah final," katanya.
Dia mengemukakan kegiatan yang dianggarkan KPU Kepri seperti honor Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS), distribusi logistik sampai ke KPPS, bimbingan teknis tingkat kabupaten dan kota, serta pemutakhiran data pemilih hingga percetakan dibiayai KPU Kepri.
"Sedangkan honor KPPS menjadi tanggung jawab kabupaten dan kota, sosialisasi tingkat kabupaten dan kota juga dianggarkan KPU kabupaten dan kota karena kebijakan itu dilakukan sesuai karakteristik kedaerahan," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK sebut dugaan korupsi KPU dan gas air mata belum naik ke tahap penyelidikan
21 November 2025 11:34 WIB
Mantan ketua KPU Arief Budiman jadi saksi dalam sidang Hasto Kristiyanto
17 April 2025 11:13 WIB, 2025
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
Malaysia sampaikan simpati atas erupsi gunung dan kabut asap di Indonesia
07 September 2026 14:53 WIB
Menteri Luar Negeri Singapura berkunjung ke Batam perkuat kerjasama bilateral
03 September 2026 11:14 WIB
Atraksi drone perjalanan Indonesia warnai langit di Bundaran HI di perayaan HUT RI
18 August 2026 7:10 WIB
HUT 81 RI, Gubernur Kepri ajak masyarakat kenang jasa pahlawan Raja Ali Haji
17 August 2026 12:17 WIB