Perusahaan Konsultan Jepang Berkomitmen Promosikan Batam
Kamis, 4 Juni 2015 21:56 WIB
Batam (Antara Kepri) - Perusahaan konsultan investasi Jepang, PT Sumitomo Bisnis Consultan Service (SBCS) Indonesia berkomitmen untuk memberikan penjelasan dan mengajak investor untuk menanamkan modal di Indonesia khusunya kawasan bebas Batam.
"Mereka ingin menggali informasi lebih banyak tentang Batam untuk disampaikan pada calon investor asal Jepang," kata Kasubdit Humas BP Batam, Sulasmono usai mengikuti pertemuan dengan delegasi SBSC di Marketing Center BP Batam, Kamis.
Kedatangan sejumlah delegasi dari SBSC dipimpin langsung oleh Presiden Direkturnya, Satoshi 0oka beserta Octylla Reredy (Senior Business Relation Officer) dan Yuliana (Assistant Marketing Manager).
"Biasanya memang ada calon investor yang lebih senang menggunakan perusahaan konsultan dari negarannya. Jadi kami juga menyambut baik hal itu karena tujuannya meningkatkan investasi di Batam," kata dia.
Dengan komitmen yang disampaikan perusahaan tersebut, kata dia, diharapkan semakin banyak perusahaan Jepang yang akan masuk ke Batam.
"Dalam diskusi mereka juga menanyakan masalah ketenagakerjaan terutama upah buruh. Karena ada keluhan dari pengusaha Jepang terkait kenaikan upah yang terjadi setiap tahun," kata dia.
Masalah lain yang dibahas, kata dia, mengenai dengan daya dukung sosial seperti fasilitas kesehatan, apartemen, sekolah internasional hingga komunitas Jepang di Batam.
"Untuk yang ditanya tersebut, semua sudah tersedia di Batam. Termasuk restoran-restoran yang menyajikan masakan Jepang," kata Lasmono.
Sementara itu, Kepala BP Batam Mustofa Widjaja sebelumnya mengatakan saat ini ada sekitar 60 perusahaan Jepang yang sudah beroperasi di Batam dalam berbagai bidang.
Perusahaan Jepang, kata dia, termasuk yang memiliki rekam jejak baik saat berada di Batam dan jarang meninggalkan masalah ketika harus menutup usaha atau meninggalkan Batam.
BP Batam, kata dia, juga barusaja melakukan pertemuan dengan pengusaha-pengusaha Jepang di Singapura termasuk melakukan seminar dengan sejumlah narasumber dari pemerintah pusat.(Antara)
Editor: Dedi
"Mereka ingin menggali informasi lebih banyak tentang Batam untuk disampaikan pada calon investor asal Jepang," kata Kasubdit Humas BP Batam, Sulasmono usai mengikuti pertemuan dengan delegasi SBSC di Marketing Center BP Batam, Kamis.
Kedatangan sejumlah delegasi dari SBSC dipimpin langsung oleh Presiden Direkturnya, Satoshi 0oka beserta Octylla Reredy (Senior Business Relation Officer) dan Yuliana (Assistant Marketing Manager).
"Biasanya memang ada calon investor yang lebih senang menggunakan perusahaan konsultan dari negarannya. Jadi kami juga menyambut baik hal itu karena tujuannya meningkatkan investasi di Batam," kata dia.
Dengan komitmen yang disampaikan perusahaan tersebut, kata dia, diharapkan semakin banyak perusahaan Jepang yang akan masuk ke Batam.
"Dalam diskusi mereka juga menanyakan masalah ketenagakerjaan terutama upah buruh. Karena ada keluhan dari pengusaha Jepang terkait kenaikan upah yang terjadi setiap tahun," kata dia.
Masalah lain yang dibahas, kata dia, mengenai dengan daya dukung sosial seperti fasilitas kesehatan, apartemen, sekolah internasional hingga komunitas Jepang di Batam.
"Untuk yang ditanya tersebut, semua sudah tersedia di Batam. Termasuk restoran-restoran yang menyajikan masakan Jepang," kata Lasmono.
Sementara itu, Kepala BP Batam Mustofa Widjaja sebelumnya mengatakan saat ini ada sekitar 60 perusahaan Jepang yang sudah beroperasi di Batam dalam berbagai bidang.
Perusahaan Jepang, kata dia, termasuk yang memiliki rekam jejak baik saat berada di Batam dan jarang meninggalkan masalah ketika harus menutup usaha atau meninggalkan Batam.
BP Batam, kata dia, juga barusaja melakukan pertemuan dengan pengusaha-pengusaha Jepang di Singapura termasuk melakukan seminar dengan sejumlah narasumber dari pemerintah pusat.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta : Larno
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Bintan ingatkan perusahaan patuhi aturan penerapan UMK pada May Day 2026
02 May 2026 9:26 WIB
RDPU DPRD Batam bahas kecelakaan tugboat di PT ASL, perusahaan diminta perkuat standar K3
12 March 2026 13:20 WIB
Gubernur Kepri Respons temuan TKA ilegal di Bintan, segera panggil perusahaan
02 March 2026 7:10 WIB
Menaker sebut kewajiban pemberian THR dari perusahaan masih tetap H-7 sebelum Idulftri
25 February 2026 12:24 WIB
Disnakertrans: Dua perusahaan di KEK Galang Batang didenda terkait tenaga kerja asing
19 February 2026 16:50 WIB
Terpopuler - Info BP Batam
Lihat Juga
Pemda DIY apresiasi partisipasi BP Batam di pameran Jogja TCTI 2021
28 November 2021 10:03 WIB, 2021
BP Batam sosialisasikan pengembangan infrastruktur kawasan dan destinasi wisata di Bogor
24 October 2021 11:23 WIB, 2021