Pol-PP Tanjungpinang Luka Ginjal Diduga Dipukul Polisi
Selasa, 28 Juli 2015 18:11 WIB
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Dery Ambari, satu dari dua anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tanjungpinang yang diduga menjadi korban pemukulan oleh oknum kepolisian mengalami luka ginjal bagian kanan.
Cidera organ dalam yang dialami Dery setelah peristiwa tersebut, membuat ia dan pihak keluarga meminta oknum polisi yang memukul Dery segera diproses secara hukum.
"Memang secara institusi sudah damai, tetapi saya sebagai korban dan keluarga kami meminta agar pelaku pemukulan yang mengaku oknum polisi tersebut tetap diproses," ujar Dery Ambari, Selasa.
Menurut Dery, dirinya dan Nanang Heri Kiswanto dipukuli pada Rabu (15/7) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, di kawasan Kampung Baru depan persimpangan SMAN 1 Tanjungpinang. Pemukulan tersebut sudah ia laporkan ke Polresta Tanjungpinang, namun menurut dia sampai saat ini belum jelas kelanjutannya.
"Saya menunggu panggilan atas laporan tersebut, namun saya belum juga dipanggil," ujarnya.
Perihal itu terjadi mengingat cuti bersama merayakan Idul Fitri 1436 Hijriyah sehingga ia memaklumi. Namun setelah diceknya kembali pada (22/7) Dery memperoleh informasi bahwa laporannya baru akan diselidiki.
Cidera dalam yang ia derita atas pemukulan dengan pengeroyokan tersebut, membuat Deri terpaksa harus rawat jalan dan melakukan pemeriksaan rutin ke dokter dua hari sekali guna melakukan tes urin dan rontgen.
Meski sudah diperingati dokter agar menjaga getaran pada tubuh sehingga tidak memperparah luka pada ginjalnya, Deri yang sempat dirawat di RSUD Tanjungpinang tersebut tetap memaksakan diri untuk beraktivitas seperti biasa sebagai anggota Satpol PP Kota Tanjungpinang.
"Sebenarnya, dokter menyarankan menggunakan mobil untuk mengantisipasi getaran pada ginjal, namun karena tidak ada mobil saya terpaksa pakai motor," paparnya.
Sementara itu, puluhan PNS Kota Tanjungpinang yang mengatasnamakan keluarga dan sahabat Dery dan Nanang, secara pribadi mendukung kepolisian menyelidiki pemukulan yang diduga dilakukan oknum polisi tersebut.
"Karena, kasus ini sudah menciderai kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian yang seharusnya memberikan rasa aman serta nyaman kepada masyarakat khususnya Kota Tanjungpinang," ujar Teguh Susanto.
Maka dari itu, secara tertulis Teguh dan sahabat korban mendesak kepolisian menuntaskan kasus tersebut dan memberikan hukuman dan sanksi kepada pelaku. (Antara)
Editor: Rusdianto
Cidera organ dalam yang dialami Dery setelah peristiwa tersebut, membuat ia dan pihak keluarga meminta oknum polisi yang memukul Dery segera diproses secara hukum.
"Memang secara institusi sudah damai, tetapi saya sebagai korban dan keluarga kami meminta agar pelaku pemukulan yang mengaku oknum polisi tersebut tetap diproses," ujar Dery Ambari, Selasa.
Menurut Dery, dirinya dan Nanang Heri Kiswanto dipukuli pada Rabu (15/7) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, di kawasan Kampung Baru depan persimpangan SMAN 1 Tanjungpinang. Pemukulan tersebut sudah ia laporkan ke Polresta Tanjungpinang, namun menurut dia sampai saat ini belum jelas kelanjutannya.
"Saya menunggu panggilan atas laporan tersebut, namun saya belum juga dipanggil," ujarnya.
Perihal itu terjadi mengingat cuti bersama merayakan Idul Fitri 1436 Hijriyah sehingga ia memaklumi. Namun setelah diceknya kembali pada (22/7) Dery memperoleh informasi bahwa laporannya baru akan diselidiki.
Cidera dalam yang ia derita atas pemukulan dengan pengeroyokan tersebut, membuat Deri terpaksa harus rawat jalan dan melakukan pemeriksaan rutin ke dokter dua hari sekali guna melakukan tes urin dan rontgen.
Meski sudah diperingati dokter agar menjaga getaran pada tubuh sehingga tidak memperparah luka pada ginjalnya, Deri yang sempat dirawat di RSUD Tanjungpinang tersebut tetap memaksakan diri untuk beraktivitas seperti biasa sebagai anggota Satpol PP Kota Tanjungpinang.
"Sebenarnya, dokter menyarankan menggunakan mobil untuk mengantisipasi getaran pada ginjal, namun karena tidak ada mobil saya terpaksa pakai motor," paparnya.
Sementara itu, puluhan PNS Kota Tanjungpinang yang mengatasnamakan keluarga dan sahabat Dery dan Nanang, secara pribadi mendukung kepolisian menyelidiki pemukulan yang diduga dilakukan oknum polisi tersebut.
"Karena, kasus ini sudah menciderai kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian yang seharusnya memberikan rasa aman serta nyaman kepada masyarakat khususnya Kota Tanjungpinang," ujar Teguh Susanto.
Maka dari itu, secara tertulis Teguh dan sahabat korban mendesak kepolisian menuntaskan kasus tersebut dan memberikan hukuman dan sanksi kepada pelaku. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Saud MC
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda Kepri bersama Pemkot Batam sinergi perkuat penegakan hukum Tipiring
02 December 2025 16:49 WIB
Satpol PP Natuna patroli ke warung kopi guna tertibkan pegawai yang keluar di jam kerja
01 August 2025 6:30 WIB
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Polda Kepri selidiki scam website perbankan yang membuat rugi pengusaha Batam
01 February 2026 19:51 WIB