Batam (Antara Kepri) - Sekitar 100 orang warga Kota Batam Kepulauan Riau menderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) akibat terpapar kabut asap kebakaran hutan selama sepekan terakhir.

"ISPA karena kabut asap kira-kira ada 100 orang, kami masih menghitung laporan dari tiap Puskesmas," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Chandra Rizal di Batam, Rabu.

Dinas Kesehatan terus menambah pasokan obat ISPA ke seluruh Puskesmas untuk mengobati warga yang terpapar kabut asap.

Ia memastikan pasokan obat ISPA cukup hingga musibah kabut asap berlalu nantinya.

"Karena kami memasok obat untuk 18 bulan, jadi Insya Allah cukup," kata dokter gigi itu.

Menurut Chandra, jumlah penderita ISPA terus berkurang seiring membaiknya kualitas udara di Batam.

"Karena ada hujan, kabut asap berkurang," kata dia.

Meski begitu Dinkes tetap menghimbau warga menghindari aktivitas luar ruangan, demi menghindari paparan asap.

Dinkes juga mengimbau agar sekolah menunda kegiatan olah raga di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti udara kota itu.

"Olah raga anak sekolah di luar ruangan ditunda dulu," kata Chandra.

Sementara itu, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan menyatakan anak kegiatan di sekolah tetap harus berjalan seperti biasa karena kualitas udara semakin membaik.

Warga pun diimbau tetap menjalankan aktifitas seperti biasa, hanya saja diminta menggunakan masker saat berada di luar ruangan.

"Jangan gara-gara asap jadi tidak bekerja," ujar Wali Kota.

Kepala Bapedalda Batam Dendi Purnomo menyatakan Indeks Standar Pencemaran Udara Batam pada Rabu siang mencapai 73 atau dalam kondisi sedang.

Namun, ia mengingatkan angka ISPU terus berubah sewaktu-waktu, sehingga warga diminta waspada. (Antara)

Editor: Rusdianto