Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, menyarankan lurah dan camat membentuk kelompok kerja pencegah  penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Pokja DBD kelurahan dan kecamatan bertugas mendorong masyarakat bergotong royong memberantas sarang nyamuk," kata Kepala Bagian Humas Pemkot Batam Ardiwinata di Batam, Kamis.

Ia menyatakan saat ini Batam rawan penyakit DBD, karena sedang pancaroba.

"Buat kegiatan sesuai dengan karakteristik daerah," kata dia.

Pokja juga bertugas menyosialisasikan cara pencegahan DBD, di antaranya dengan 3-M plus (menutup, menguras, mengubur dan menggunakan lotion anti nyamuk, serta abate).

"Perangkat RT dan RW juga didorong untuk memberi pemahaman tentang hidup bersih, DAN menjaga kebersihan," kata dia.

Kepala Dinas Kesehatan Chandra Rizal meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran penyakit DBD, setelah seorang bayi meninggal akibat penyakit itu pada pertengahan Januari 2016.

"Ada seorang balita yang meninggal, sekarang kasus DBD sedang naik, mudah-mudahan Februari turun," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Chandra Rizal di Batam, Rabu.

Sampai pertengahan Januari 2016, pemerintah mencatat sebanyak 65 kasus DBD, relatif meningkat dibandingkan Desember 2015, yang tercatat 108 kasus DBD sepanjang bulan.

"Mudah-mudahan jangan naik lagi. warga yang mengalami demam segeralah diperiksakan ke dokter, jangan sampai terlambat," kata dia.

Berdasarkan data Humas Pemkot Batam pada 2015 sebanyak 572 orang menderita DBD, empat di antaranya meninggal.

Kecamatan yang paling banyak menderita DBD adalah Batam Kota, kemudian Sagulung, Sei Beduk, Batuaji, Bengkong, Sekupang, Belakangpadang, Lubukbaja, Batuampar, Bulang dan Galang. (Antara)

Editor: Rusdianto