Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau menolak untuk menjemput warga Batam mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara yang kini berada di Kalimantan Barat.
"Kami tidak akan jemput. Tidak ada anggaran untuk itu," kata Wakil Wali Kota Batam Muhammad Rudi di Batam, Senin.
Para penganut Gafatar di Kalimantan Timur mengalami pengusiran paksa dan pembakaran tempat tinggal yang dilakukan warga setempat pada 19 Januari.
Ia mengatakan pemerintah tidak memiliki cukup anggaran untuk memulangkan mantan penganut Gafatar. Apalagi, saat ini pemerintah harus merasionalisasi anggaran akibat pengurangan Dana Bagi Hasil dari pemerintah pusat.
Namun, bila penganut Gafatar pulang ke Batam, maka pemerintah akan menerima dengan tangan terbuka.
Masyarakat juga diminta untuk tidak mendiskreditkan mantan anggota Gafatar, bila sudah kembali ke daerah.
"Kalau mereka kembali, kami terima," kata dia.
Kepala Bagian Humas Pemkot Batam Ardiwinata mengatakan Pemkot masih mengumpulkan informasi mengenai warga kota yang meninggalkan Batam demi bergabung bersama Gafatar.
Kepala Kesbangpol Kota Batam Rudolph Napitupulu memastikan tidak ada Pegawai Negeri Sipil di jajaran lingkungan Pemkot yang bergabung dengan organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dan mengundurkan diri dari PNS serta pindah ke Kalimantan.
Namun ia membenarkan isu beberapa orang anggota Gafatar sempat mengabdi sebagai pegawai di Badan Pengusahaan Kawasan Batam (dulu bernama Otorita Batam) sebelum memutuskan pindah ke Kalimantan.
Sejumlah anggota Gafatar diketahui mengundurkan diri dari kepegawaian BP Kawasan Batam pada akhir 2015, di antaranya mereka yang bertugas di Bandara Hang Nadim dan BMKG Hang Nadim.
Gafatar mendaftarkan diri di Kesbangpol Batam pada November 2011 dengan nomor SKT.149/LSM-KESBANG/XI/2011.
Saat mendaftar, Gafatar bergerak di bidang sosial kemasyarakatan dan memenuhi seluruh persyaratan seperti akta notaris, izin Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga.
Sejak terbentuk Gafatar Kepri sudah melakukan berbagai kegiatan antara lain gotong royong, bakti sosial, bazar kesehatan, pengobatan gratis, seminar lingkungan hidup dan pelatihan Basarnas. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pemkot Batam Tolak Jemput Mantan Gafatar
Senin, 1 Februari 2016 15:03 WIB
Pewarta : YJ Naim
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Batam dukung usulan bebas visa kunjungan bagi 8 negara dongkrak kunjungan wisman
05 June 2026 14:59 WIB
Festival seabad Jam Gadang tampilkan lukisan kaligrafi China Muslim sepanjang 100 meter
05 June 2026 12:15 WIB