Partai Pengusung SANUR Sulit Putuskan Cawagub Kepri
Selasa, 12 Juli 2016 14:52 WIB
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Partai pengusung HM Sani-Nurdin Basirun (SANUR) pada Pilkada Kepulauan Riau kesulitan memutuskan figur Calon Wakil Gubernur Kepulauan Riau karena masing-masing memiliki kepentingan politik.
Sekretaris DPD Partai Demokrat Kepri Husnizar Hood, di Tanjungpinang, Senin, mengatakan sampai saat ini partai pengusung SANUR belum memutuskan dua nama Cawagub Kepri.
"Sudah dua kali rapat, tetapi belum membuahkan hasil," ujarnya, yang juga Wakil Ketua DPRD Kepri.
Partai pengusung SANUR pada Pilkada Kepri yakni Partai Demokrat, Partai Gerindra, Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Persatuan Bangsa. Pemilihan Wagub Kepri harus dilakukan lantaran Nurdin Basirun dilantik sebagai gubernur setelah HM Sani meninggal dunia.
Masing-masing partai membuka pendaftaran bakal cawagub. Seperti Partai Demokrat, kata dia beberapa pekan lalu membuka pendaftaran bakal cawagub.
"Ada 14 orang yang mendaftar, ada yang dari internal Demokrat dan ada pula dari luar," ujarnya yang juga mendaftar sebagai bakal cawagub.
Husnizar mengatakan Partai Demokrat, meski memiliki jumlah kursi terbanyak di DPRD Kepri dibanding partai pengusung SANUR lainnya, tidak memiliki kewenangan untuk menetapkan sendiri dua nama cawagub. Karena itu, siapa dua figur yang layak menjadi cawagub harus dibahas dan diputuskan bersama dengan partai pengusung lainnya.
"Kami (Demokrat) tidak memiliki kewenangan untuk memutuskan sendiri. Kami berharap ada kesamaan keinginan dalam memutuskan siapa dua figur yang layak ditetapkan sebagai cawagub untuk dipilih DPRD Kepri," ucapnya.
Dia tidak ingin mengomentari keputusan Kadis Pendapatan Daerah Kepri Isdianto dan Ketua PPP Kepri Syarafudin Aluan, termasuk figur lainnya yang mengincar kursi wakil gubernur.
"Ini bukan soal like and dislike, tetapi penetapan yang harus melalui proses panjang di internal partai pengusung, dan DPRD Kepri," ujarnya.(Antara)
Editor: Dedi
Sekretaris DPD Partai Demokrat Kepri Husnizar Hood, di Tanjungpinang, Senin, mengatakan sampai saat ini partai pengusung SANUR belum memutuskan dua nama Cawagub Kepri.
"Sudah dua kali rapat, tetapi belum membuahkan hasil," ujarnya, yang juga Wakil Ketua DPRD Kepri.
Partai pengusung SANUR pada Pilkada Kepri yakni Partai Demokrat, Partai Gerindra, Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Persatuan Bangsa. Pemilihan Wagub Kepri harus dilakukan lantaran Nurdin Basirun dilantik sebagai gubernur setelah HM Sani meninggal dunia.
Masing-masing partai membuka pendaftaran bakal cawagub. Seperti Partai Demokrat, kata dia beberapa pekan lalu membuka pendaftaran bakal cawagub.
"Ada 14 orang yang mendaftar, ada yang dari internal Demokrat dan ada pula dari luar," ujarnya yang juga mendaftar sebagai bakal cawagub.
Husnizar mengatakan Partai Demokrat, meski memiliki jumlah kursi terbanyak di DPRD Kepri dibanding partai pengusung SANUR lainnya, tidak memiliki kewenangan untuk menetapkan sendiri dua nama cawagub. Karena itu, siapa dua figur yang layak menjadi cawagub harus dibahas dan diputuskan bersama dengan partai pengusung lainnya.
"Kami (Demokrat) tidak memiliki kewenangan untuk memutuskan sendiri. Kami berharap ada kesamaan keinginan dalam memutuskan siapa dua figur yang layak ditetapkan sebagai cawagub untuk dipilih DPRD Kepri," ucapnya.
Dia tidak ingin mengomentari keputusan Kadis Pendapatan Daerah Kepri Isdianto dan Ketua PPP Kepri Syarafudin Aluan, termasuk figur lainnya yang mengincar kursi wakil gubernur.
"Ini bukan soal like and dislike, tetapi penetapan yang harus melalui proses panjang di internal partai pengusung, dan DPRD Kepri," ujarnya.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta : Niko Panama
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Megawati kumpulkan ketua umum parpol pengusung Ganjar Pranowo di Kantor PDI Perjuangan
04 September 2023 15:13 WIB, 2023
Roby minta partai pengusung segera usulkan calon wakil bupati Bintan
05 October 2022 14:54 WIB, 2022
PDIP persilakan Isdianto cari partai pengusung di Pilgub Kepri 2020
27 February 2020 22:08 WIB, 2020
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
China terbuka untuk dialog kembali dengan Jepang asal Takaichi tarik ucapan soal Taiwan
11 February 2026 11:16 WIB