Batam (Antara Kepri) - Wali Kota Batam, Kepulauan Riau, Muhammad Rudi mewanti-wanti, pemuda dan aparat pemerintah jangan terpengaruh desa-desus bermuatan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang merebak di beberapa daerah sehubungan dengan Pilkada DKI Jakarta.
"Kita tak usah terbawa-bawa dengan apa yang menjadi isu di DKI. Masalah SARA jangan pernah kita munculkan, karena akan merusak tatanan pemerintah dan masyarakat di sini," kata Wali Kota Muhammad Rudi di Batam.
Wali Kota juga mengajak seluruh masyarakat menjaga ketenteraman dan kedamaian di Batam yang penduduknya berasal dari berbagai daerah.
Isu SARA sangat sensitif dan dapat memicu pertikaian di masyarakat, apalagi di kota yang pluralistis seperti Batam.
Wali Kota juga mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati dan bijaksana dalam menggunakan media sosial. Jangan sampai masyarakat terkena masalah karena "candaan" di media sosial.
Saat ini, pemerintah bersama aparat hukum tengah gencar menyelidiki penyebar rasa permusuhan di media sosial, sehingga sebaiknya masyarakat lebih menahan diri.
"Timnya sudah bergerak, sistem sudah dijalankan, dengan 'big data security'. Jadi tidak usah lagi SMS-SMS yang menyebarkan isu-isu. Saya tidak mau mendapat laporan, ada warga terkena urusan hukum, nanti susah menyelesaikannya," kata Wali Kota.
Bila ada informasi mengenai hal yang tidak sesuai dengan prinsip, maka Wali Kota meminta warga untuk menahan diri dan tidak terpancing melakukan perlawanan melalui media sosial.
"Kalau ada yang tidak sepaham, urut dada saja. Minta Allah yang luruskan saja," kata politikus Partai Nasional Demokrat itu. (Antara)
Editor: Rusdianto
Wali Kota: Pemuda Jangan Terpengaruh Desas-desus SARA
Minggu, 30 Oktober 2016 19:50 WIB
Pewarta : YJ Naim
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda Kepri mengungkap modus penyelundupan 70 ton daging beku dari Singapura
27 January 2026 16:25 WIB
Polisi pastikan tak ada korban dalam kebakaran di galangan PT ASL di Batam
25 January 2026 20:45 WIB
Polresta Barelang limpahkan berkas kasus kecelakaan kerja PT ASL ke kejaksaan
24 January 2026 8:28 WIB
Bea Cukai Batam : 4 dari 914 kontainer berisi limbah B3 telah dikembalikan
23 January 2026 11:34 WIB