Lis dan Syahrul Diharapkan Bersama Lagi
Jumat, 5 Mei 2017 21:54 WIB
Wakil Ketua II Bidang Politik DPD KNPI Kota Tanjungpinang, Krisman Turnip. (antarakepri.com/Aji Anugraha)
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Kepemimpinan Lis Darmansyah dan Syahrul diharapkan dapat bersama lagi memimpin Kota Tanjungpinang untuk lima tahun ke depan, kata Wakil Ketua II Bidang Politik DPD KNPI Kota Tanjungpinang, Krisman Turnip.
"Keduanya sukses dalam segala bentuk percepatan pembangunan di Kota Tanjungpinang. Dari persentase kemajuan mencapai 80 persen, ini berarti tinggal 20 persen tang tersisa, maka pantas untuk dilanjutkan," tambahnya di Tanjungpinang, Jumat.
Dia mengatakan keduanya memiliki potensi untuk melanjutkan pemerintahan, dinilai dari faktor keserasian dan keseiramaan dalam menjalankan program pembangunan.
"Potensi mendasar untuk keduanya agar diusung kembali pada Pilwako 2018 dapat dilihat dari program yang sudah dilakukan, keduanya saling mengisi untuk melayani masyarakat," ujarnya.
Dalam kajiannya mengenai peta politik Tanjungpinang saat ini, keretakan hubungan pasangan "incumbent" tersebut sudah mulai terdengar di masyarakat.
Hal itu terlihat dari cepatnya Syahrul mencoba memobilisasi media sosial dan turun langsung ke masyarakat sendiri, dan sejumlah tim pemenangan Pilwako 2018 sudah mulai bermunculan. Tapi katanya itu untuk pemetaan jumlah dukungan nantinya.
"Strategi Syahrul memetakan suara dukungan sudah dapat dilihat dari masyarakat, begitu juga dengan Lis, ini menunjukkan kedua berpotensi untuk bersama maju kembali," katanya.
Dalam analisanya, kemungkinan besar untuk Lis Darmansyah dan Syahrul memimpin Tanjungpinang satu periode lagi dapat dilihat dari dukungan masyarakat.
"Jika keduanya memiliki suara dukungan dari masyarakat yang terbagi dalam dua kelompok, tentu jika disatukan akan unggul dibanding calon lain, keduanya memiliki karakter yang kuat," katanya.
Sebelumya, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan kesiapannya untuk maju kembali pada Pilwako 2018, mengingat perlu dukungan dari hasil rekomendasi DPP. Namun dia tidak mengatakan siapa yang akan mewakilinya.
"Kalau saya diberi kesempatan dari masyarakat mungkin dapat meneruskan pembangunan yang sedikit lagi dapat terselesaikan, tapi kalau siapa wakil saya, partai yang menentukan itu," ujarnya.
Sementara, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Syahrul belum lama ini mengatakan belum memikirkan untuk maju atau tidak pada Pilwako 2018. Jika didukung masyarakat, dirinya siap untuk maju kembali.
"Saat ini saya dan pak Lis mencoba menyelesaikan apa yang harus diselesaikan, masalah maju kembali dilihat nanti," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Keduanya sukses dalam segala bentuk percepatan pembangunan di Kota Tanjungpinang. Dari persentase kemajuan mencapai 80 persen, ini berarti tinggal 20 persen tang tersisa, maka pantas untuk dilanjutkan," tambahnya di Tanjungpinang, Jumat.
Dia mengatakan keduanya memiliki potensi untuk melanjutkan pemerintahan, dinilai dari faktor keserasian dan keseiramaan dalam menjalankan program pembangunan.
"Potensi mendasar untuk keduanya agar diusung kembali pada Pilwako 2018 dapat dilihat dari program yang sudah dilakukan, keduanya saling mengisi untuk melayani masyarakat," ujarnya.
Dalam kajiannya mengenai peta politik Tanjungpinang saat ini, keretakan hubungan pasangan "incumbent" tersebut sudah mulai terdengar di masyarakat.
Hal itu terlihat dari cepatnya Syahrul mencoba memobilisasi media sosial dan turun langsung ke masyarakat sendiri, dan sejumlah tim pemenangan Pilwako 2018 sudah mulai bermunculan. Tapi katanya itu untuk pemetaan jumlah dukungan nantinya.
"Strategi Syahrul memetakan suara dukungan sudah dapat dilihat dari masyarakat, begitu juga dengan Lis, ini menunjukkan kedua berpotensi untuk bersama maju kembali," katanya.
Dalam analisanya, kemungkinan besar untuk Lis Darmansyah dan Syahrul memimpin Tanjungpinang satu periode lagi dapat dilihat dari dukungan masyarakat.
"Jika keduanya memiliki suara dukungan dari masyarakat yang terbagi dalam dua kelompok, tentu jika disatukan akan unggul dibanding calon lain, keduanya memiliki karakter yang kuat," katanya.
Sebelumya, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan kesiapannya untuk maju kembali pada Pilwako 2018, mengingat perlu dukungan dari hasil rekomendasi DPP. Namun dia tidak mengatakan siapa yang akan mewakilinya.
"Kalau saya diberi kesempatan dari masyarakat mungkin dapat meneruskan pembangunan yang sedikit lagi dapat terselesaikan, tapi kalau siapa wakil saya, partai yang menentukan itu," ujarnya.
Sementara, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Syahrul belum lama ini mengatakan belum memikirkan untuk maju atau tidak pada Pilwako 2018. Jika didukung masyarakat, dirinya siap untuk maju kembali.
"Saat ini saya dan pak Lis mencoba menyelesaikan apa yang harus diselesaikan, masalah maju kembali dilihat nanti," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Aji Anugraha
Editor : Kepulauan Riau
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Debat perdana Pilkada Batam mengambil tema pembangunan inklusif dan transformatif
31 October 2024 17:21 WIB, 2024
Amsakar-Li Claudia Chandra kantongi dukungan 3 partai di Pilwako Batam 2024
04 July 2024 14:28 WIB, 2024
Calon perseorangan Pilwako Tanjungpinang wajib didukung minimal 16.708 orang
22 April 2024 8:12 WIB, 2024
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
Perda RPIK jadi pedoman pembangunan industri Tanjungpinang untuk 20 tahun ke depan
30 September 2026 16:09 WIB
Dubes RI Washington sambut rencana LKBN ANTARA buka kantor perwakilan di AS
24 September 2026 15:56 WIB
Pemprov Kepri bersama DPRD tetapkan APBD Perubahan 2026 naik jadi Rp3,63 Triliun
23 September 2026 9:09 WIB
LKBN ANTARA dan 34 kantor berita Asia Pasifik bahas penanganan disinformasi
21 September 2026 7:40 WIB
Pemkot luncurkan Batam Policy Lab untuk pengambilan kebijakan berbasis bukti
19 September 2026 10:58 WIB