Lingga (Antara Kepri) - Forum Pemuda Hiterland (FORPHIL) Kabupaten Lingga meminta Dinas Kesehatan serius tangani permasalahan kekosongan obat di Rumah Sakit Umum Encik Maryam Daik.

Siswandi, Ketua FORPHIL Lingga mengatakan, permasalahan obat di rumah sakit ibukota kabupaten tersebut sudah berlarut-larut tanpa ada penyelesaian.

"Kalau kondisinya terus-menerus seperti ini, seolah-olah masyarakat Lingga dilarang sakit. Kalau sakit, obat tak ada, kantong darah kosong, infus habis, dan banyak lagi yang tak tersedia," kata dia, di Daik Lingga, Selasa.

Menurutnya, peran rumah sakit umum Encik Maryam adalah untuk mengobati pasien sakit, bukan tempat melapor agar ditanggapi dan dirujuk ke rumah sakit Provinsi.

"Jangan sedikit-sedikit pasiennya di rujuk. Kalau memang harus dibebankan beli obat, biarlah masyarakat beli sendiri obatnya, soal berobat gratis nanti 'lah. Yang penting sehat dulu. Tapi tolong obatnya disediakan 'lah. Ini malah obat yang pakai beli pun tak ada," ungkapnya.

Wandi mengesalkan, sikal pihak Dinkes yang seolah membiarkan masalah kekosongan obat di RS Encik Maryam berlarut-larut sejak awal tahun lalu.

Masyarakat di Daik Lingga, lanjutnya, melihat adanya perbedaan antara RS Encik Maryam yang kosong obat, sedangkan RSUD Dabosingkep masih tersedia obat.

"Kami akan minta kepala daerah mengevaluasi kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga ini secepatnya. Ini soal hajat hidup orang banyak. Tak mungkin anggaran belanja obat tidak ada," tuturnya.

FORPHIL juga mengancam akan melakukan aksi demonstrasi ke kantor Dinkes jika permasalahan obat ini lambat ditanggapi.

"Kami akan lakukan aksi ke Dinkes, menuntut permasalahan ini diselesaikan segera. Kami juga meminta pemerintah mengaktifkan fungsi PMI sebagai lembaga penyedia bank darah. Sampai saat ini PMI tidak bergerak," tutupnya. (Antara)

Editor: Evy R Syamsir