Batam (Antara Kepri) - Stan ASEAN Corner Direktorat Jenderal (Ditjen) Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) didatangi 150 pengunjung saat mengikuti pameran investasi, produk unggulan perdagangan dan pariwisata di Batam.
"Melalui kegaiatan tersebut, Ditjen Kerja Sama ASEAN telah berinteraksi dan bersosialisasi kepada masyarakat secara langsung, dimana pengunjung sangat antusias untuk mengetahui peluang yang dapat dimanfaatkan dari masyarakat ASEAN," kata Sekretaris Ditjen Kerja Sama ASEAN Ashariyadi di Batam.
Ia menjelaskan pameran tersebut berlangsung selama dua hari yaitu pada Kamis (2/11) hingga Jumat (3/11) pekan lalu.
Ashariyadi mengatakan, pihaknya juga meresmikan Pusat Studi ASEAN (PSA) di Universitas Internasional Batam (UIB). Peresmian PSA ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Jumat (3/11) malam antara Rektor UIB Handoko Karjantoro dan dirinya.
Ashariyadi mengatakan, PSA memiliki ruang lingkup kerja sama di antaranya meliputi pendidikan, pelatihan, workshop, lokakarya, seminar, diskusi, penelitian/pengkajian ilmiah mengenai masalah–masalah hubungan dan kerja sama regional, pengabdian kepada masyarakat, publikasi, penerbitan karya ilmiah dan kegiatan lain yang sejalan dengan fungsi dan tugas kelembagaan termasuk kegiatan magang mahasiswa.
"Sebagai daerah terdepan Batam memiliki potensi besar untuk terus meningkatkan kapasitas, serta kemampuan masyarakat untuk memperkuat daya saing dan ikut bersaing dalam pasar ASEAN," kata dia.
Melalui penandatangan MoU ini, pihaknya berupaya untuk memanfaatkan potensi yang ada di UIB, sebagai bagian dari upaya mempersiapkan lulusan generasi muda Indonesia dalam menyongsong persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
PSA lanjutnya memiliki peran penting sebagai salah satu sarana untuk mendekatkan ASEAN kepada sivitas akademika UIB dan masyarakat umum.
Rektor UIB Handoko Karjantoro menyampaikan apresiasi atas kesediaan Kemlu bekerja sama dengan UIB dengan membentuk PSA. Handoko berharap agar kerja sama UIB dengan Kemlu dapat ditingkatkan. Dimana UIB merupakan salah satu universitas di Kepulauan Riau (Kepri) yang dituju untuk menempuh pendidikan di negara–negara ASEAN.
Pada Kuliah Umum dengan Topik “ASEAN 50: Capaian dan Tantanganâ€, Ashariyadi juga menjelaskan capaian ASEAN dalam 50 tahun terakhir, serta tantangan yang dihadapi ASEAN ke depan.
Selain itu, juga ditekankan agar kalangan dunia usaha di Batam, khususnya para UMKM, dapat jeli dalam melihat peluang – peluang bisnis di ASEAN sejalan dengan semangat dan integrasi Masyarakat ASEAN. (Antara)
Editor:Evy R. Syamsir