Warga Singapura bangun rumah di perairan Batam
Selasa, 20 Februari 2018 13:01 WIB
Aktivitas warga di Pantai Terih Batam (Antaranews Kepri/Danna Tampi)
Batam (Antaranews Kepri) - Warga Negara Singapura membangun rumah di atas Perairan Kota Batam, Kepulauan Riau, tepat di seberang Pantai Terih yang dikelola masyarakat sebagai kampung wisata.
"Dibangun kelong (rumah makan), punya orang Singapura," kata warga Kampung Terih, Mak, di Batam.
Warga Singapura itu menyewa lahan di perairan langsung ke tuan tanah, kata dia. Jarak rumah dengan tepi Pantai Terih sekitar 200 meter.
Uang sewa yang dibayarkan WNA, termasuk pasokan air bersih yang diambil dari sumur di sekitar kampung.
"Tak tahu berapa dia bayar, tapi itu termasuk semua, air ambil dari sumur di sini," kata dia.
Warga Kampung Terih lainnya bercerita, rumah berwarna cokelat yang berdiri di atas laut itu dijaga oleh seorang warga sekitar.
"Orang Singapura tu tidak selalu ada di sana. Kadang dia datang bawa tamu," kata dia.
Ia tidak memastikan berapa luas rumah dengan dermaga untuk tambat kapal itu.
"Nampak dari sini kecil, tapi besar itu, delapan kamar itu, besar," kata dia.
Menurut dia, warga tidak keberatan dengan keberadaan rumah itu, karena pemilik dan warga tidak pernah saling mengganggu.
Kampung wisata Kampung Terih merupakan daerah tujuan destinasi wisata baru yang dihidupkan oleh pemuda desa.
Meski pantai tidak berpasir dan dikelilingi hutan bakau, namun ratusan warga mengunjungi di akhir pekan.
Kelompok pariwisata membangun hiasan yang "instagramable" di saba. Seperti bangunan rumah pohon, payung warna-warni yang dipasang di sepanjang dermaga dan kapal warna-warni. (Antara)
Editor : Pradanna Putra
"Dibangun kelong (rumah makan), punya orang Singapura," kata warga Kampung Terih, Mak, di Batam.
Warga Singapura itu menyewa lahan di perairan langsung ke tuan tanah, kata dia. Jarak rumah dengan tepi Pantai Terih sekitar 200 meter.
Uang sewa yang dibayarkan WNA, termasuk pasokan air bersih yang diambil dari sumur di sekitar kampung.
"Tak tahu berapa dia bayar, tapi itu termasuk semua, air ambil dari sumur di sini," kata dia.
Warga Kampung Terih lainnya bercerita, rumah berwarna cokelat yang berdiri di atas laut itu dijaga oleh seorang warga sekitar.
"Orang Singapura tu tidak selalu ada di sana. Kadang dia datang bawa tamu," kata dia.
Ia tidak memastikan berapa luas rumah dengan dermaga untuk tambat kapal itu.
"Nampak dari sini kecil, tapi besar itu, delapan kamar itu, besar," kata dia.
Menurut dia, warga tidak keberatan dengan keberadaan rumah itu, karena pemilik dan warga tidak pernah saling mengganggu.
Kampung wisata Kampung Terih merupakan daerah tujuan destinasi wisata baru yang dihidupkan oleh pemuda desa.
Meski pantai tidak berpasir dan dikelilingi hutan bakau, namun ratusan warga mengunjungi di akhir pekan.
Kelompok pariwisata membangun hiasan yang "instagramable" di saba. Seperti bangunan rumah pohon, payung warna-warni yang dipasang di sepanjang dermaga dan kapal warna-warni. (Antara)
Editor : Pradanna Putra
Pewarta : YJ Naim
Editor : Kepulauan Riau
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Disnaker Batam catat penerimaan Rp44,8 miliar dari Retribusi tenaga kerja asing
29 January 2026 15:51 WIB
AS ubah aturan visa H-1B, utamakan pekerja asing terampil dan bergaji tinggi
25 December 2025 11:11 WIB
Imigrasi Ranai sebut 1.233 WNA dan WNI Lintasi Natuna-Riau selama tahun 2025
23 December 2025 11:07 WIB
Wamentrans usulkan kapal sitaan KKP dihibahkan ke nelayan transmigran Batam
02 December 2025 15:58 WIB
Terpopuler - Rasa Kepri
Lihat Juga
Komunitas The Speakers' Room cara seru latihan Bahasa Inggris pekerja di Batam
04 January 2026 7:26 WIB