"Biar saja berat kan berat sendirian yang lain tidak berat, yang penting bagaimana kita menghormati HAM itu sendiri," kata Moeldoko di Batam, Senin.
Moeldoko menambahkan aparat keamanan yang bertugas di lapangan tidak perlu takut dikatakan melanggar HAM. Karena yang harus dilakukan prajurit TNI saat mendapatkan tugas tersebut adalah dengan menghormati HAM.
"Itu tidak pernah kita ajarkan kepada prajurit kita, yang kita ajarkan adalah menghormati HAM. Kalau prajurit takut dengan HAM nanti mereka akan duduk bersila saja, tidak bekerja," kata Moeldoko.
Mantan panglima TNI itu mengatakan pembentukan Koopssusgab merupakan antisipasi agar hal serupa tidak kembali terulang.
"Sebagian dari kita melihat fenomena yang sekarang, seharusnya kita melihat beban ancaman ke depan itu seperti apa. Itu yang harus dikalkulasi," kata dia.
Menurut Moeldoko, jika ada persepsi lain mengenai pembentukan Koopssusgab merupakan pemikran yang salah. Karena pemerintah berpikir ke depan dan bisa membuat proyeksi bagaimana ancaman ke depan semakin berat.
Pembentukan Koopssusgab lanjut Moeldoko bertujuan untuk memantau pergerakan warga negara Indonesia yang terindikasi melakukan perjalanan ke Suriah.
"Untuk itulah kita siapkan kembali koopssusgab itu dan jangan kita memprotek masyarakat kita ketakutan karena HAM dan kita jalan terus," katanya.
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menilai pengaktifan Koopssusgab yang merupakan tim gabungan dari satuan elite TNI, saat ini terlalu berlebihan.
Anam mengatakan, Koopssusgab dapat diaktifkan jika tingkat ancaman aksi teror telah mencapai skala tinggi. Namun ancaman teror saat ini kata Anam masih bisa ditangani oleh kepolisian.(Antara)
Lihat Video: