APBDP Kepri 2018 capai Rp3,58 triliun
Jumat, 28 September 2018 16:54 WIB
Suasana rapat paripurna pengesahan Ranperda APBDP 2018, di gedung DPRD, Pulau Dompak. (Antara News Kepri/Ogen)
Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) Provinsi Kepulauan Riau 2018 mencapai Rp3,58 triliun.
Juru bicara DPRD Kepri, Taba Iskandar dalam rapat paripurna persetujuan Rancangan APBDP Kepri, Taba Iskandar di ruang rapat DPRD Kepri, Jumat, menjelaskan, struktur anggaran perubahan yakni pendapatan daerah sebesar Rp3,54 triliun, yang bersumber ?dari pendapatan asli daerah Rp1,14 triliun, dana perimbangan Rp2,4 triliun, dan dana lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp1,2 miliar.
"Pontang-panting kami membahas anggaran ini bersama tim anggaran pemerintah daerah. Ini disebabkan defisit anggaran yang cukup tinggi," ujarnya.
Total belanja daerah sebesar Rp3,58 triliun. Sedangkan pembiayaan daerah Rp38,9 miliar, meliputi penerimaan pembiayaan daerah dengan biaya sebesar Rp39,42 dan pengeluaran sebesar Rp517,9 miliar.
"Dengan demikian total perubahan anggaran tahun 2018 sebesar Rp 3,58 triliun. Dibandingkan pada APBD murni 2018 sebesar Rp3,59 triliun atau turun sebesar 0,28 persen atau Rp10 miliar," ucapnya.
Gubernur Kepri Nurdin Basirun memberi apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pimpinan dan anggota DPRD Kepri, yang telah bekerja keras untuk menuntaskan perubahan APBD tahun 2018.
"Semoga setiap pembangunan yang dilakukan di Kepri dapat berjalan dengan baik dan lancar," ujar Nurdin.
Nurdin melanjutkan bahwa hasil dari pembahasan yang dilakukan badan anggaran tersebut akan menjadi masukan yang penting dalam menyempurnakan ranperda tersebut .
"Catatan dan masukan yang telah dicantumkan dalam dokumen ranperda akan menjadi bahan bagi pemerintah untuk diselaraskan," ujarnya.
Juru bicara DPRD Kepri, Taba Iskandar dalam rapat paripurna persetujuan Rancangan APBDP Kepri, Taba Iskandar di ruang rapat DPRD Kepri, Jumat, menjelaskan, struktur anggaran perubahan yakni pendapatan daerah sebesar Rp3,54 triliun, yang bersumber ?dari pendapatan asli daerah Rp1,14 triliun, dana perimbangan Rp2,4 triliun, dan dana lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp1,2 miliar.
"Pontang-panting kami membahas anggaran ini bersama tim anggaran pemerintah daerah. Ini disebabkan defisit anggaran yang cukup tinggi," ujarnya.
Total belanja daerah sebesar Rp3,58 triliun. Sedangkan pembiayaan daerah Rp38,9 miliar, meliputi penerimaan pembiayaan daerah dengan biaya sebesar Rp39,42 dan pengeluaran sebesar Rp517,9 miliar.
"Dengan demikian total perubahan anggaran tahun 2018 sebesar Rp 3,58 triliun. Dibandingkan pada APBD murni 2018 sebesar Rp3,59 triliun atau turun sebesar 0,28 persen atau Rp10 miliar," ucapnya.
Gubernur Kepri Nurdin Basirun memberi apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pimpinan dan anggota DPRD Kepri, yang telah bekerja keras untuk menuntaskan perubahan APBD tahun 2018.
"Semoga setiap pembangunan yang dilakukan di Kepri dapat berjalan dengan baik dan lancar," ujar Nurdin.
Nurdin melanjutkan bahwa hasil dari pembahasan yang dilakukan badan anggaran tersebut akan menjadi masukan yang penting dalam menyempurnakan ranperda tersebut .
"Catatan dan masukan yang telah dicantumkan dalam dokumen ranperda akan menjadi bahan bagi pemerintah untuk diselaraskan," ujarnya.
Pewarta : Nikolas Panama
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda Kepri tetapkan Madong sebagai lokasi proyek ketahanan pangan maritim
18 September 2025 11:27 WIB
BBKSDA: Perubahan fungsi lahan di Batam penyebab kera masuk kawasan permukiman
13 September 2025 10:04 WIB
DPRD Batam terima penjelasan Wali Kota terkait ranperda perubahan peraturan daerah tentang PPLH
10 September 2025 17:26 WIB
Polres Lingga edukasi para petani jagung adaptif terhadap perubahan iklim
08 September 2025 10:12 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Sambut Lebaran, Kemensos berikan baju baru untuk siswa Sekolah Rakyat 32 Natuna
08 March 2026 7:10 WIB