
Pemkab Natuna gandeng FKUB perkuat kerukunan umat beragama di wilayah erbatasan

Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Kepulauan Riau, terus berkomitmen menjaga keharmonisan masyarakat melalui penguatan peran Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB). Langkah ini diambil guna memastikan stabilitas sosial di wilayah perbatasan tetap terjaga.
Melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Pemkab Natuna telah mengalokasikan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2026 khusus untuk kegiatan yang mendukung kerukunan antarumat beragama.
Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Bakesbangpol Natuna, Toni Yulifandri, menjelaskan bahwa program ini akan diwujudkan dalam bentuk pertemuan rutin dan sosialisasi masif.
"Pertemuan ini akan dihadiri tokoh-tokoh agama, dan beberapa pemangku kepentingan di Natuna," ucapnya di Natuna, Senin (9/3/2026).
Baca juga: Pemkab Natuna siapkan Rp18,1 miliar untuk THR ASN 2026
Menurut Toni, keterlibatan tokoh agama sangat krusial sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Sinergi ini diharapkan mampu menangkal potensi konflik sosial dan menjaga semangat toleransi di tengah keberagaman masyarakat Natuna.
Ia menjelaskan tujuan utama dari kegiatan-kegiatan yang telah dibuat adalah untuk membangun, memelihara, dan memberdayakan umat beragama, dalam rangka menciptakan harmoni, toleransi, dan kerukunan, baik antarumat beragama, intern umat beragama, maupun antara umat beragama dengan pemerintah.
Ia menambahkan kegiatan yang direncanakan itu tetap menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran.
"Pertemuan juga bisa untuk menyelesaikan konflik-konflik, baik antar-umat beragama hingga pribadi antar-salah satu agama," ujar dia.
Baca juga: BPBD Natuna perkuat mitigasi lewat kajian risiko bencana
Ia menjelaskan tingkat kerukunan antar-umat beragama di Kabupaten Natuna tergolong baik. Hal ini terlihat dari sikap saling membantu antarwarga serta keterlibatan masyarakat dalam memeriahkan berbagai perayaan keagamaan, meskipun berbeda keyakinan.
Menurut dia, kondisi tersebut tidak terlepas dari kesadaran masyarakat yang selalu mengedepankan nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan toleransi dibandingkan dengan kepentingan atau ego pribadi.
"Sikap ini diharapkan dipertahankan agar keharmonisan tetap terjaga di tengah keberagaman masyarakat Natuna," ujar dia.
Baca juga:
Pemprov Kepri lindungi 31.000 nelayan lokal dengan BPJS Ketenagakerjaan
Kemendag hadirkan Export Center di Batam dampingi UMKM tembus pasar ekspor
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
