Perusahaan Mesir berencana tanam modal di Batam
Selasa, 16 Oktober 2018 22:33 WIB
Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo (kiri) berbincang dengan Wakil Kepala GAFI, Mohammed Wahab terkait perizinan investasi di Kota Batam dan Kairo, Mesir.(Antaranews/Dok Humas BP Batam).
Batam (Antaranews Kepri) - Badan Pengusahaan (BP) Batam menyatakan sebuah perusahaan asal Mesir berencana menanam modal senilai 162 juta dolar Amerika Serikat di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau.
Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, di Batam, Selasa, mengatakan belum dapat memberitahukan nama perusahaan asal Mesir yang berminat berinvestasi di Kota Batam tersebut.
"Dia bergerak di bidang properti, kami akan terus mengawal agar hambatan-hambatan yang mereka alami bisa cepat selesai," katanya.
Lukita mengatakan, pihaknya sudah melihat masterplan pembangunan properti yang direncanakan investor tersebut.
Kata Lukita, jika rencana tersebut terealisasi maka akan menyerap banyak tenaga kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kota Batam.
"Lahannnya tidak ada masalah, rencananya mereka mau membangun tidak jauh dari Pantai Tanjungpinggir, Sekupang," ujarnya.
Dengan adanya pembangunan properti di wilayah tersebut, diharapkan bisa mendongkrak sektor pariwisata.
Karena, kata Lukita, lokasi yang diberikan pihaknya berdampingan dengan kawasan Elang Laut.
Lukita menjelaskan, saat melakukan kunjungan ke Cairo, Mesir, BP Batam mengadakan "Business to Business Meeting" (B2B) dan investment forum dengan tema “Peluang Investasi dan Bisnis di Kawasan FTZ Batam”.
"Kegiatan kita itu dihadiri 40 pelaku usaha asal Mesir dan ada beberapa yang tertatik untuk berinvestasi di Batam," paparnya.
Pada forum tersebut, kata Lukita, ada beberapa perusahaan yang sepakat untuk menjalin kerjasama dengan pengusaha Batam untuk mengembangkan usaha bersama.
"Dalam waktu dekat, Dubes (Mesir) akan datang ke Batam dan membawa investor yang tertarik masuk ke Batam," katanya.
Lukita mengatakan, Mesir dinilai menjadi salah satu negara yang memiliki banyak investor.
Hal itu, katanya, menjadi kesempatan bagi Kota Batam untuk menggaet pelaku usaha di Mesir berinvestasi di Batam.(Antara)
Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, di Batam, Selasa, mengatakan belum dapat memberitahukan nama perusahaan asal Mesir yang berminat berinvestasi di Kota Batam tersebut.
"Dia bergerak di bidang properti, kami akan terus mengawal agar hambatan-hambatan yang mereka alami bisa cepat selesai," katanya.
Lukita mengatakan, pihaknya sudah melihat masterplan pembangunan properti yang direncanakan investor tersebut.
Kata Lukita, jika rencana tersebut terealisasi maka akan menyerap banyak tenaga kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kota Batam.
"Lahannnya tidak ada masalah, rencananya mereka mau membangun tidak jauh dari Pantai Tanjungpinggir, Sekupang," ujarnya.
Dengan adanya pembangunan properti di wilayah tersebut, diharapkan bisa mendongkrak sektor pariwisata.
Karena, kata Lukita, lokasi yang diberikan pihaknya berdampingan dengan kawasan Elang Laut.
Lukita menjelaskan, saat melakukan kunjungan ke Cairo, Mesir, BP Batam mengadakan "Business to Business Meeting" (B2B) dan investment forum dengan tema “Peluang Investasi dan Bisnis di Kawasan FTZ Batam”.
"Kegiatan kita itu dihadiri 40 pelaku usaha asal Mesir dan ada beberapa yang tertatik untuk berinvestasi di Batam," paparnya.
Pada forum tersebut, kata Lukita, ada beberapa perusahaan yang sepakat untuk menjalin kerjasama dengan pengusaha Batam untuk mengembangkan usaha bersama.
"Dalam waktu dekat, Dubes (Mesir) akan datang ke Batam dan membawa investor yang tertarik masuk ke Batam," katanya.
Lukita mengatakan, Mesir dinilai menjadi salah satu negara yang memiliki banyak investor.
Hal itu, katanya, menjadi kesempatan bagi Kota Batam untuk menggaet pelaku usaha di Mesir berinvestasi di Batam.(Antara)
Pewarta : Messa Haris
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Bintan ingatkan perusahaan patuhi aturan penerapan UMK pada May Day 2026
02 May 2026 9:26 WIB
RDPU DPRD Batam bahas kecelakaan tugboat di PT ASL, perusahaan diminta perkuat standar K3
12 March 2026 13:20 WIB
Gubernur Kepri Respons temuan TKA ilegal di Bintan, segera panggil perusahaan
02 March 2026 7:10 WIB
Menaker sebut kewajiban pemberian THR dari perusahaan masih tetap H-7 sebelum Idulftri
25 February 2026 12:24 WIB
Disnakertrans: Dua perusahaan di KEK Galang Batang didenda terkait tenaga kerja asing
19 February 2026 16:50 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pelni Tanjungpinang ajak warga manfaatkan diskon tiket kapal periode libur sekolah
06 June 2026 15:57 WIB
Harga minyak mentah Indonesia pada Mei 2026 turun ke 106,56 dolar AS per barel
06 June 2026 14:04 WIB