Golkar bidik kursi Ketua DPRD Kepri
Senin, 5 November 2018 17:40 WIB
Ketua Bawaslu Karimun Nurhidayat (berdiri) memaparkan aturan berkampanye dalam pembekalan para caleg yang digelar DPD Partai Golkar Karimun. (Antaranews Kepri/Rusdianto)
Karimun (Antaranews Kepri) - Partai Golkar menargetkan kursi Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dalam Pemilihan Umum 2019 mendatang.
"Jika semua caleg dan kader bekerja keras, saya optimistis Golkar bisa merebut posisi Ketua DPRD Kepri," kata Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kepri Ansar Ahmad dalam kunjungan ke Tanjung Balai Karimun, Senin (5/10).
Ansar Ahmad mengatakan, pada Pemilu 2014, Partai Golkar memang meraih suara cukup banyak, sekitar 13.000, namun kursi Ketua DPRD Kepri diraih PDI Perjuangan karena menguasai lumbung suara di Batam.
"Di Batam kita ada beberapa caleg yang cukup potensial, dan kita berharap bisa meraih suara untuk mengantarkan Golkar merebut posisi Ketua DPRD Kepri," katanya.
Khusus untuk Karimun, Ansar meminta seluruh caleg dan kader partai bekerja keras untuk mengejar target dua kursi untuk DPRD Kepri.
"Begitu juga untuk DPR, kita berharap kembali meraih satu kursi," kata dia.
Kunjungan Ansar Ahmad ke Tanjung Balai Karimun terkait dengan pembekalan dan bimbingan teknis bagi para caleg terkait aturan tentang kampanye Pemilu 2019.
Dia berharap pembekalan dan bimtek tersebut bisa memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang pemilu sebagai acuan untuk menyusun strategi pemenangan partai.
"Partai Golkar sudah matang berpolitik, meski demikian bimtek ini tetap diperlukan agar seluruh caleg bisa bekerja memenangkan partai sesuai aturan dan rambu-rambu yang ditetapkan KPU maupun Bawaslu," kata dia.
Sementara, Ketua DPD Partai Golkar Karimun Aunur Rafiq mengatakan pembekalan dan bimtek tersebut menghadirkan narasumber dari KPU dan Bawaslu Karimun untuk menyampaikan aturan tentang kampanye Pemilu 2019.
"Dengan pembekalan ini, kita berharap kepada para caleg mengetahui mana yang boleh dan tidak dalam berkampanye. Kami ingin kampanye berlangsung dengan aman dan 'fair', bersaing secara sehat, memberikan pencerahan dan menimbulkan kesejukan di tengah masyarakat," kata Aunur Rafiq yang juga menjabat Bupati Karimun.
Aunur Rafiq mengatakan dengan pembekalan, dia berharap para caleg bisa menyusun strategi kampanye untuk pemenangan pemilu legislatif dan pemilu presiden.
"Seluruh caleg harus melakukan kampanye untuk pemilu legislatif dan pemilu presiden. Keduanya harus 'linear'. Golkar menang, Jokowi-Ma'ruf Amin juga menang," tuturnya.
"Jika semua caleg dan kader bekerja keras, saya optimistis Golkar bisa merebut posisi Ketua DPRD Kepri," kata Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kepri Ansar Ahmad dalam kunjungan ke Tanjung Balai Karimun, Senin (5/10).
Ansar Ahmad mengatakan, pada Pemilu 2014, Partai Golkar memang meraih suara cukup banyak, sekitar 13.000, namun kursi Ketua DPRD Kepri diraih PDI Perjuangan karena menguasai lumbung suara di Batam.
"Di Batam kita ada beberapa caleg yang cukup potensial, dan kita berharap bisa meraih suara untuk mengantarkan Golkar merebut posisi Ketua DPRD Kepri," katanya.
Khusus untuk Karimun, Ansar meminta seluruh caleg dan kader partai bekerja keras untuk mengejar target dua kursi untuk DPRD Kepri.
"Begitu juga untuk DPR, kita berharap kembali meraih satu kursi," kata dia.
Kunjungan Ansar Ahmad ke Tanjung Balai Karimun terkait dengan pembekalan dan bimbingan teknis bagi para caleg terkait aturan tentang kampanye Pemilu 2019.
Dia berharap pembekalan dan bimtek tersebut bisa memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang pemilu sebagai acuan untuk menyusun strategi pemenangan partai.
"Partai Golkar sudah matang berpolitik, meski demikian bimtek ini tetap diperlukan agar seluruh caleg bisa bekerja memenangkan partai sesuai aturan dan rambu-rambu yang ditetapkan KPU maupun Bawaslu," kata dia.
Sementara, Ketua DPD Partai Golkar Karimun Aunur Rafiq mengatakan pembekalan dan bimtek tersebut menghadirkan narasumber dari KPU dan Bawaslu Karimun untuk menyampaikan aturan tentang kampanye Pemilu 2019.
"Dengan pembekalan ini, kita berharap kepada para caleg mengetahui mana yang boleh dan tidak dalam berkampanye. Kami ingin kampanye berlangsung dengan aman dan 'fair', bersaing secara sehat, memberikan pencerahan dan menimbulkan kesejukan di tengah masyarakat," kata Aunur Rafiq yang juga menjabat Bupati Karimun.
Aunur Rafiq mengatakan dengan pembekalan, dia berharap para caleg bisa menyusun strategi kampanye untuk pemenangan pemilu legislatif dan pemilu presiden.
"Seluruh caleg harus melakukan kampanye untuk pemilu legislatif dan pemilu presiden. Keduanya harus 'linear'. Golkar menang, Jokowi-Ma'ruf Amin juga menang," tuturnya.
Pewarta : Rusdianto
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Idrus Marham sebut ada pihak ingin adu domba Golkar-Gerindra terkait isu LPG 3 kg
08 February 2025 8:56 WIB, 2025
Bahlil umumkan susunan lengkap pengurus Golkar, tidak ada nama Jokowi
07 November 2024 19:03 WIB, 2024
KPU Kepri sebut lima parpol bisa ajukan calon kepala daerah tanpa koalisi
27 August 2024 8:34 WIB, 2024
Airlangga dan Agus Gumiwang sindir Bahlil jadi Ketum Golkar selanjutnya
19 August 2024 11:55 WIB, 2024
Agus Gumiwang terpilih jadi Plt Ketum Golkar, begini tanggapan Bamsoet
14 August 2024 10:06 WIB, 2024