KPU diminta sosialisasi Pemilu di Lapas
Kamis, 17 Januari 2019 12:21 WIB
Anggota Komisi II DPR RI Dwi Ria Latifa, melakukan swafoto dengan para santriwati Pondok Pesantren Darul Falah, Kota Batam, Provinsi Kepri. Dwi Ria Latifa mengharapkan para generasi milenial tersebut dapat menyalurkan hal pilihnya berdasarkan hati nurani. (Antaranews Kepri/Messa Haris)
Batam (Antaranews Kepri) - Anggota Komisi II DPR RI, Dwi Ria Latifa meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menyosialisasikan Pemilu Presiden dan Legislatif 17 April 2019 mendatang di rumah tahanan dan lembaga permasyarakatan.
Dwi Ria Latifa, di Batam, Rabu, mengatakan pihaknya diberikan tugas bekerja sama dengan KPU dan Bawaslu untuk menyosialisasikan Pilpres dan Pileg ke seluruh masyarakat termasuk kepada warga binaan.
"Saya akan minta KPU melakukan sosialisasi Pemilu ke Rutan dan Lapas, agar warga binaan memahami proses pemilihan presiden dan legislatif secara langsung," katanya.
Politisi PDI Perjuangan itu menyatakan, sosialisasi pemilu di Rutan dan Lapas sangat diperlukan agar para warga binaan mengetahui dengan detail mengenai Pilpres dan Pileg.
"Ini juga menjadi catatan saya sebagai anggota Komisi II dan kita akan meminta KPU segera melakukan sosialisasi ke Lapas dan Rutan," jelasnya.
Sementara itu Komisioner KPU Kota Batam, Zaki Setiawan, mengatakan selama ini KPU hanya sebatas melakukan koordinasi dengan pihak Rutan dan Lapas untuk mengakomodir hak pilih warga binaan.
Baca juga: Caleg PDIP Karimun diminta tidak menyebar fitnah
Koordinasi lanjut dia dilakukan untuk mendapatkan data pemilih "by name by address" secara keseluruhan baik yang sudah maupun yang belum memiliki dokumen kependudukan.
"Memang kita belum melakukan sosialisasi ke Lapas dan Rutan," katanya.
Namun kata Zaki, pihaknya sudah menjadwalkan untuk melakukan sosialisasi ke Lapas dan Rutan di Kota Batam.
"Kita juga akan sosialisasi ke panti-panti rehabilitasi," paparnya.
Kepala Lapas Barelang, Surianto, mengatakan KPU Kota Batam sudah melakukan pendataan terhadap warga binaan di tempatnya bertugas.
"Di sini ada 1181 warga binaan yang sudah didata dan mendapatkan hak pilih," ujarnya.(Antara)
Baca juga: Dwi Ria : Generasi muda jangan mudah terpengaruh medsos
Baca juga: Anggota DPR promosikan budaya Indonesia di mesir
Dwi Ria Latifa, di Batam, Rabu, mengatakan pihaknya diberikan tugas bekerja sama dengan KPU dan Bawaslu untuk menyosialisasikan Pilpres dan Pileg ke seluruh masyarakat termasuk kepada warga binaan.
"Saya akan minta KPU melakukan sosialisasi Pemilu ke Rutan dan Lapas, agar warga binaan memahami proses pemilihan presiden dan legislatif secara langsung," katanya.
Politisi PDI Perjuangan itu menyatakan, sosialisasi pemilu di Rutan dan Lapas sangat diperlukan agar para warga binaan mengetahui dengan detail mengenai Pilpres dan Pileg.
"Ini juga menjadi catatan saya sebagai anggota Komisi II dan kita akan meminta KPU segera melakukan sosialisasi ke Lapas dan Rutan," jelasnya.
Sementara itu Komisioner KPU Kota Batam, Zaki Setiawan, mengatakan selama ini KPU hanya sebatas melakukan koordinasi dengan pihak Rutan dan Lapas untuk mengakomodir hak pilih warga binaan.
Baca juga: Caleg PDIP Karimun diminta tidak menyebar fitnah
Koordinasi lanjut dia dilakukan untuk mendapatkan data pemilih "by name by address" secara keseluruhan baik yang sudah maupun yang belum memiliki dokumen kependudukan.
"Memang kita belum melakukan sosialisasi ke Lapas dan Rutan," katanya.
Namun kata Zaki, pihaknya sudah menjadwalkan untuk melakukan sosialisasi ke Lapas dan Rutan di Kota Batam.
"Kita juga akan sosialisasi ke panti-panti rehabilitasi," paparnya.
Kepala Lapas Barelang, Surianto, mengatakan KPU Kota Batam sudah melakukan pendataan terhadap warga binaan di tempatnya bertugas.
"Di sini ada 1181 warga binaan yang sudah didata dan mendapatkan hak pilih," ujarnya.(Antara)
Baca juga: Dwi Ria : Generasi muda jangan mudah terpengaruh medsos
Baca juga: Anggota DPR promosikan budaya Indonesia di mesir
Pewarta : Messa Haris
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ria Saptarika dukung BP2D Kepri minta penjelasan Singapura terkait nelayan
29 December 2024 19:59 WIB, 2024
Polisi terima laporan Atta Halilintar terkait hoaks cerai dan nikah siri
05 September 2024 12:20 WIB, 2024
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
China terbuka untuk dialog kembali dengan Jepang asal Takaichi tarik ucapan soal Taiwan
11 February 2026 11:16 WIB