Pemerintah batal tambah jaringan gas di Batam
Selasa, 22 Januari 2019 16:04 WIB
Logo Perusahaan Gas Negara (PGN)
Batam (ANTARANews Kepri) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral batal menambah jaringan gas bagi rumah tangga (Jargas) di Kota Batam Kepulauan Riau pada 2019.
"Kami sudah ajukan kemarin, tapi Batam enggak dapat tahun ini," kata Sales Area Head Perusahaan Gas Negara (PGN) Batam, Wendi Purwanto di Batam, Selasa.
Pertengahan tahun 2018, PGN menyebarkan survei untuk memetakan kebutuhan Jargas di Kota Batam. Survei itu disambut antusias warga Batam yang berharap mendapatkan jaringan gas di rumahnya.
PGN pun mengajukan penyambungan baru 10.000 hingga 15.000 Jargas di kota itu, untuk memenuhi kebutuhan warga.
Menurut Wendi, pemerintah memprioritaskan penyambungan jaringan gas rumah tangga di daerah lain, yang belum pernah tersentuh program itu.
"Dialihkan ke beberapa daerah yang belum tersentuh seperti di Sumatera Utara, itu diprioritaskan," kata dia.
Ia mengatakan PGN akan mengajukan penambahan jaringan gas rumah tangga lagi untuk Kota Batam pada tahun depan.
Selain Jargas yang difasilitasi Kementerian ESDM, PGN juga memiliki program serupa, Sayang Ibu yang melayani kebutuhan "energi baik" di rumah-rumah.
"Tapi kalau proram Sayang Ibu, penyambungan gasnya tidak gratis," kata dia.
Warga Kecamatan Batam Kota, Devi, menyesalkan keputusan itu.
"Saya pikir jadi, ternyata enggak, ya. Sayang sekali, padahal kami sudah semangat, karena kalau pakai Jargas, lebih hemat," kata dia.
Sementara itu, hingga kini program Jargas dan Sayang Ibu sudah dinikmati sekitar 4.800 pelanggan yang sambungannya masih aktif.
Jargas di Batam, merupakan bagian dari Program Jargas 2016 saat Kementerian ESDM membangun 89.000 sambungan rumah tangga.
Sedangkan total pipa yang dibangun untuk mengalirkan gas bumi ke rumah tangga di Batam mencapai lebih dari 55 kilometer yang tersebar di sedikitnya 16 perumahan.
"Kami sudah ajukan kemarin, tapi Batam enggak dapat tahun ini," kata Sales Area Head Perusahaan Gas Negara (PGN) Batam, Wendi Purwanto di Batam, Selasa.
Pertengahan tahun 2018, PGN menyebarkan survei untuk memetakan kebutuhan Jargas di Kota Batam. Survei itu disambut antusias warga Batam yang berharap mendapatkan jaringan gas di rumahnya.
PGN pun mengajukan penyambungan baru 10.000 hingga 15.000 Jargas di kota itu, untuk memenuhi kebutuhan warga.
Menurut Wendi, pemerintah memprioritaskan penyambungan jaringan gas rumah tangga di daerah lain, yang belum pernah tersentuh program itu.
"Dialihkan ke beberapa daerah yang belum tersentuh seperti di Sumatera Utara, itu diprioritaskan," kata dia.
Ia mengatakan PGN akan mengajukan penambahan jaringan gas rumah tangga lagi untuk Kota Batam pada tahun depan.
Selain Jargas yang difasilitasi Kementerian ESDM, PGN juga memiliki program serupa, Sayang Ibu yang melayani kebutuhan "energi baik" di rumah-rumah.
"Tapi kalau proram Sayang Ibu, penyambungan gasnya tidak gratis," kata dia.
Warga Kecamatan Batam Kota, Devi, menyesalkan keputusan itu.
"Saya pikir jadi, ternyata enggak, ya. Sayang sekali, padahal kami sudah semangat, karena kalau pakai Jargas, lebih hemat," kata dia.
Sementara itu, hingga kini program Jargas dan Sayang Ibu sudah dinikmati sekitar 4.800 pelanggan yang sambungannya masih aktif.
Jargas di Batam, merupakan bagian dari Program Jargas 2016 saat Kementerian ESDM membangun 89.000 sambungan rumah tangga.
Sedangkan total pipa yang dibangun untuk mengalirkan gas bumi ke rumah tangga di Batam mencapai lebih dari 55 kilometer yang tersebar di sedikitnya 16 perumahan.
Pewarta : YJ Naim
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PGN Batam percepat pemasangan jaringan gas dengan 988 pelanggan terlayani
19 September 2025 12:52 WIB
Pembayaran tagihan jargas PGN kini bisa melalui aplikasi MyPertamina
11 September 2024 16:57 WIB, 2024
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Mangrove Bintan mulai dilirik jadi kawasan budidaya dan wisata berkelanjutan
10 February 2026 15:54 WIB
Pemprov Kepri usul pemisahan komponen pangan dan nonpangan terkait inflasi
10 February 2026 5:11 WIB
Bulog Batam: Stok beras dan Minyakita terjaga jelang Imlek dan Idul Fitri
09 February 2026 11:28 WIB