Ketua Sanggar Seni Megat, Fiddaeli mengatakan, timnya mampu menyedot perhatian ratusan ribu penonton yang hadir menyaksikan parade tersebut, dengan menampilkan kostum karnaval yang berbeda dengan para peserta lainnya, dengan mengusung tema mangrove (hutan bakau).
"Penampilan kami juga mendapat pujian dari KBRI Singapura, karena memberi warna tersendiri dan sarat dengan pesan," kata Fiddaeli melalui pesan Whatsapp kepada Antara, Minggu (17/2). Bersama tim KBRI usai tampil di Chingay Parade Singapore (Ist) Selain itu menurut Fiddaeli, apresiasi serupa juga turut disampaikan oleh istri dari Gubernur Provinsi Kepri Noorliazah, yang menyempatkan hadir untuk menonton sekaligus menyemangati tim Megat.
Antusias penonton dan peserta untuk yang mengabadikan foto bersama tim Megat juga sangat banyak.
"Alhamdulillah, kami sangat bangga dan terharu," imbuhnya.
"Ini juga menjadi kesempatan bagi kami mempromosikan budaya Indonesia, khususnya Kepri di kancah Internasional," tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut Sanggat Megat juga mengucapkan terimakasih kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura, Gubernur Provinsi Kepri, Walikota Tanjungpinang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, serta ketua Akari Provinsi Kepri yang telah mendukung Sanggar Seni Megat untuk tampil di parade besar-besaran menyambut Cap go meh itu.
"Kedepan kami berharap bisa tampil sebagai tim inti. Dukungan dari Kemenpar RI, Pemda dan Akari Kepri tentu sangat dibutuhkan," ucap Fiddaeli. (Antara)