Dinkes: DBD di Kepri capai 360 kasus
Rabu, 20 Februari 2019 0:15 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Tjetjep Yudiana (Antaranews Kepri/Ogen)
Tanjungpinang (ANTARANews Kepri) - Dinas Kesehatan(Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau(Kepri) mencatat kasus demam berdarah dengue (DBD) pada Januari 2018 hingga sekarang mencapai 360 kasus, yang tersebar di Tanjungpinang, Batam, Karimun, Lingga dan Bintan.
Penderita DBD paling banyak di Batam dan Tanjungpinang, kata Kadis Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Selasa.
Ia mengemukakan, Natuna dan Kepulauan Anambas tidak terdapat penderita DBD. Hal itu disebabkan pemukiman warga tidak terlalu padat, dan warga tidak memberi ruang bagi nyamuk untuk berkembang biak.
"Jangan menjadikan rumah sebagai ternak nyamuk. Buang air pada wadah, bersihkan bak mandi secara rutin," ujarnya.
Tjetjep mengemukakan, dua orang penderita DBD meninggal dunia. Mereka berasal dari Tanjungpinang dan Batam.
Jumlah kasus demam berdarah sangat tinggi pada 2019 bila dibanding 2018. Pada 2018, total kasus DBD mencapai 500, sedangkan pada awal 2019 sudah mencapai 360 kasus.
Kasus demam berdarah mengalami kenaikan tinggi sejak Oktober 2018 hingga sekarang. Penyebabnya, lingkungan rumah dan sekitar rumah masih terdapat genangan air sehingga nyamuk berkembang biak.
"Virus dengue yang dibawa oleh nyamuk," ujarnya.
Ia mengatakan, upaya yang perlu dilakukan yakni bersama-sama menciptakan lingkungan rumah yang bersih, dan tidak ada sarang nyamuk. Upaya yang dilakukan satu atau beberapa keluarga mencegah nyamuk berkembang biak tidak akan berhasil bila tetangganya tidak melakukan hal yang sama.
Hal itu disebabkan nyamuk dalam waktu sebentar dapat berpindah tempat.
Karena itu, Tjetjep memberi apresiasi kepada Pemkot Tanjungpinang yang mengajak jajarannya dan warga untuk bergotong-royong membersihkan rumah dari sarang nyamuk.
Namun hal itu harus diikuti camat, lurah hingga di tingkat RW dan RT secara rutin sehingga kondisi lingkungan tidak ada sarang nyamuk.
"Itu yang belum terlihat. Jika ingin menangani masalah ini seharusnya dimulai dari hulu, dari rumah dan lingkungan sekitar rumah, bukan dari hilir," ujarnya.
Baca juga: Dinkes catat 89 kasus DBD di Batam
Baca juga: Dinkes Karimun diminta cepat tanggap DBD
Baca juga: Dinkes Tanjungpinang kerahkan 81 petugas cegah DBD
Penderita DBD paling banyak di Batam dan Tanjungpinang, kata Kadis Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Selasa.
Ia mengemukakan, Natuna dan Kepulauan Anambas tidak terdapat penderita DBD. Hal itu disebabkan pemukiman warga tidak terlalu padat, dan warga tidak memberi ruang bagi nyamuk untuk berkembang biak.
"Jangan menjadikan rumah sebagai ternak nyamuk. Buang air pada wadah, bersihkan bak mandi secara rutin," ujarnya.
Tjetjep mengemukakan, dua orang penderita DBD meninggal dunia. Mereka berasal dari Tanjungpinang dan Batam.
Jumlah kasus demam berdarah sangat tinggi pada 2019 bila dibanding 2018. Pada 2018, total kasus DBD mencapai 500, sedangkan pada awal 2019 sudah mencapai 360 kasus.
Kasus demam berdarah mengalami kenaikan tinggi sejak Oktober 2018 hingga sekarang. Penyebabnya, lingkungan rumah dan sekitar rumah masih terdapat genangan air sehingga nyamuk berkembang biak.
"Virus dengue yang dibawa oleh nyamuk," ujarnya.
Ia mengatakan, upaya yang perlu dilakukan yakni bersama-sama menciptakan lingkungan rumah yang bersih, dan tidak ada sarang nyamuk. Upaya yang dilakukan satu atau beberapa keluarga mencegah nyamuk berkembang biak tidak akan berhasil bila tetangganya tidak melakukan hal yang sama.
Hal itu disebabkan nyamuk dalam waktu sebentar dapat berpindah tempat.
Karena itu, Tjetjep memberi apresiasi kepada Pemkot Tanjungpinang yang mengajak jajarannya dan warga untuk bergotong-royong membersihkan rumah dari sarang nyamuk.
Namun hal itu harus diikuti camat, lurah hingga di tingkat RW dan RT secara rutin sehingga kondisi lingkungan tidak ada sarang nyamuk.
"Itu yang belum terlihat. Jika ingin menangani masalah ini seharusnya dimulai dari hulu, dari rumah dan lingkungan sekitar rumah, bukan dari hilir," ujarnya.
Baca juga: Dinkes catat 89 kasus DBD di Batam
Baca juga: Dinkes Karimun diminta cepat tanggap DBD
Baca juga: Dinkes Tanjungpinang kerahkan 81 petugas cegah DBD
Pewarta : Nikolas Panama
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Natuna liburkan sekolah selama 15 hari guna cegah peningkatan DBD
13 February 2025 18:13 WIB, 2025
Pemkab Natuna turunkan tim khusus untuk tangani kasus DBD di Pulau Midai
11 February 2025 16:24 WIB, 2025
Dinkes Kepri minta wilayah untuk galakkan PSN dan gotong royong cegah DBD
13 September 2024 13:06 WIB, 2024
Dinkes Tanjungpinang tekankan gerakan 3M Plus seiring meningkatnya kasus DBD
19 June 2024 13:18 WIB, 2024
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
BPJS Kesehatan Natuna evaluasi kelayakan fasilitas kesehatan di pulau penyangga
08 May 2026 19:45 WIB