Tiga Direksi PT Pelabuhan Kepri batal dipecat
Rabu, 20 Maret 2019 9:44 WIB
Tiga direksi PT Pelabuhan Kepri, di antaranya Darmansyah, Rio Onasis, dan Widrasto Dwi Guntoro salam komando usai RUPS di Kantor Gubernur Kepri, Dompak. (Antara News Kepri/Ogen)
Tanjungpinang (ANTARA) - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Pelabuhan Kepri memutuskan tetap mempertahankan tiga direksinya, padahal sebelumnya Komisaris Utama PT Pelabuhan Kepri Huzrin Hood meminta semua direksi diberhentikan dengan hormat.
Permintaah Huzrin Hood itu dipicu seringnya terjadi polemik internal di tubuh direksi PT Pelabuhan Kepri, sehingga mengakibatkan tidak produktifnya perusahaan milik Pemprov Kepri itu.
"Kita beri kesempatan satu bulan lagi untuk memperbaiki masalah yang ada, kalau tidak baru diberhentikan melalui RUPS luar biasa," ujar Huzrin Hood, usai menghadiri RUPS di Kantor Gubernur Kepri, Pulau Dompak, Selasa (19/3).
Huzrin mengatakan, dalam RUPS tersebut sudah disepakati tugas pokok dan fungsi dari masing-masing direksi.
"Para direksi harus mematuhi hal tersebut," katanya.
RUPS ini berlangsung tanpa dihadiri oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun, tetapi diwakili Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kepri, Syamsul Bahrum.
Menurut Syamsul Bahrum, dalam rapat selain rekonsiliasi juga dilakukan evaluasi kinerja ketiga direksi. Hasilnya, sudah ditetapkan Rencana Kerja Perusahaan (RKP) untuk perbaikan PT Pelabuhan Kepri ke depan.
"Kita berharap direksi BUP bekerja secara kolektif agar lebih baik ke depannya," imbuhnya.
Syamsul turut menegaskan, PT Pelabuhan Kepri bukan personal bisnis tetapi in personal bisnis.
"Itu yang harus dipahami oleh ketiga direksi," tuturnya.
Sementara, salah satu direksi PT Pelabuhan Kepri, Darmansyah, mengatakan, persoalan yang selama ini terjadi di tubuh BUMD itu akibat tidak adanya tupoksi kinerja yang jelas dari masing-masing direksi.
"Melalui RUPS ini setidaknya sudah menjelaskan fungsi kami masing-masing," kata dia.
Permintaah Huzrin Hood itu dipicu seringnya terjadi polemik internal di tubuh direksi PT Pelabuhan Kepri, sehingga mengakibatkan tidak produktifnya perusahaan milik Pemprov Kepri itu.
"Kita beri kesempatan satu bulan lagi untuk memperbaiki masalah yang ada, kalau tidak baru diberhentikan melalui RUPS luar biasa," ujar Huzrin Hood, usai menghadiri RUPS di Kantor Gubernur Kepri, Pulau Dompak, Selasa (19/3).
Huzrin mengatakan, dalam RUPS tersebut sudah disepakati tugas pokok dan fungsi dari masing-masing direksi.
"Para direksi harus mematuhi hal tersebut," katanya.
RUPS ini berlangsung tanpa dihadiri oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun, tetapi diwakili Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kepri, Syamsul Bahrum.
Menurut Syamsul Bahrum, dalam rapat selain rekonsiliasi juga dilakukan evaluasi kinerja ketiga direksi. Hasilnya, sudah ditetapkan Rencana Kerja Perusahaan (RKP) untuk perbaikan PT Pelabuhan Kepri ke depan.
"Kita berharap direksi BUP bekerja secara kolektif agar lebih baik ke depannya," imbuhnya.
Syamsul turut menegaskan, PT Pelabuhan Kepri bukan personal bisnis tetapi in personal bisnis.
"Itu yang harus dipahami oleh ketiga direksi," tuturnya.
Sementara, salah satu direksi PT Pelabuhan Kepri, Darmansyah, mengatakan, persoalan yang selama ini terjadi di tubuh BUMD itu akibat tidak adanya tupoksi kinerja yang jelas dari masing-masing direksi.
"Melalui RUPS ini setidaknya sudah menjelaskan fungsi kami masing-masing," kata dia.
Pewarta : Ogen
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dishub Kepri sebut Tanjung Uban punya 2 dermaga sandar kapal roro tahun 2026
29 April 2026 10:22 WIB
Pemprov Kepri evaluasi SOP di pelabuhan pascainsiden tugboat terbalik di PT ASL Batam
08 March 2026 12:56 WIB
Bea Cukai Batam : 4 dari 914 kontainer berisi limbah B3 telah dikembalikan
23 January 2026 11:34 WIB
PT PELNI Batam sediakan 700 tiket gratis untuk pemudik di akhir tahun
12 December 2024 12:55 WIB, 2024
BP Batam optimistis Pelabuhan Bintang 99 mampu perbaiki kualitas layanan
10 December 2024 9:52 WIB, 2024
KM Kelud layani penumpang di Pelabuhan Bintang 99 Batam di akhir tahun
01 October 2024 15:01 WIB, 2024
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pelni Tanjungpinang ajak warga manfaatkan diskon tiket kapal periode libur sekolah
06 June 2026 15:57 WIB
Harga minyak mentah Indonesia pada Mei 2026 turun ke 106,56 dolar AS per barel
06 June 2026 14:04 WIB