Dinkes Kepri belum temukan orang mengidap cacar monyet
Kamis, 16 Mei 2019 23:54 WIB
Pelabuhan domestik dan internasional Sri Bintan Pura Tanjungpinang diawasi oleh petugas kesehatan untuk mencegah virus cacar monyet masuk ke wilayah tersebut (Nikolas Panama)
Tanjungpinang (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Dinkes Kepri) sampai sekarang belum menemukan orang yang menderita penyakit cacar monyet.
Kepala Dinkes Kepri, Tjetjep Yudiana di Tanjungpinang, Kamis, mengatakan, isu terkait seorang warga asing dirawat di Batam karena positif cacar monyet, tidak benar.
"Ada 24 orang warga asing, 18 orang di antaranya berkebangsaan Nigeria, dirawat di Singapura secara intensif karena mengidap penyakit itu. Kita khawatir virus itu dibawa penderita ke Kepri, karena wilayah ini berdekatan dengan Singapura maupun Malaysia," jelasnya.
Ia menambahkan upaya pencegahan tetap dilakukan, terutama di pintu keluar masuk wilayah ini, meski belum ditemukan ada warga asing yang terinfeksi virus cacar monyet.
Pengawasan di pelabuhan, contohnya dilakukan oleh tim kesehatan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan. Tim kesehatan itu juga dilengkapi alat pendeteksi suhu tubuh manusia.
"Hari ini kita sudah rapat dengan berbagai pihak terkait pencegahan dan penanganan cacar monyet. Kita sudah sepakati langkah-langkah penanganannya, meski tidak kita harapkan penyakit itu masuk ke Kepri," ujarnya.
Salah satu langkah awal penanganan cacar monyet yakni pengenalan cacar monyet. Seluruh tim kesehatan, termasuk kepala puskesmas wajib mengetahuinya. Kepala puskesmas harus lebih rajin mengawasi pasien, terutama yang memiliki gejala yang sama dengan cacar monyet.
"Di Kepri sudah ada ruang khusus penanganan cacar monyet. Dokter khusus yang menangani penyakit ini juga ada," katanya.
Kepala Dinkes Kepri, Tjetjep Yudiana di Tanjungpinang, Kamis, mengatakan, isu terkait seorang warga asing dirawat di Batam karena positif cacar monyet, tidak benar.
"Ada 24 orang warga asing, 18 orang di antaranya berkebangsaan Nigeria, dirawat di Singapura secara intensif karena mengidap penyakit itu. Kita khawatir virus itu dibawa penderita ke Kepri, karena wilayah ini berdekatan dengan Singapura maupun Malaysia," jelasnya.
Ia menambahkan upaya pencegahan tetap dilakukan, terutama di pintu keluar masuk wilayah ini, meski belum ditemukan ada warga asing yang terinfeksi virus cacar monyet.
Pengawasan di pelabuhan, contohnya dilakukan oleh tim kesehatan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan. Tim kesehatan itu juga dilengkapi alat pendeteksi suhu tubuh manusia.
"Hari ini kita sudah rapat dengan berbagai pihak terkait pencegahan dan penanganan cacar monyet. Kita sudah sepakati langkah-langkah penanganannya, meski tidak kita harapkan penyakit itu masuk ke Kepri," ujarnya.
Salah satu langkah awal penanganan cacar monyet yakni pengenalan cacar monyet. Seluruh tim kesehatan, termasuk kepala puskesmas wajib mengetahuinya. Kepala puskesmas harus lebih rajin mengawasi pasien, terutama yang memiliki gejala yang sama dengan cacar monyet.
"Di Kepri sudah ada ruang khusus penanganan cacar monyet. Dokter khusus yang menangani penyakit ini juga ada," katanya.
Pewarta : Nikolas Panama
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BBKSDA: Perubahan fungsi lahan di Batam penyebab kera masuk kawasan permukiman
13 September 2025 10:04 WIB
BBKSDA Batam: Jaga kebersihan lingkungan untuk cegah monyet liar datang
15 February 2025 10:09 WIB, 2025
BKK Tanjungpinang periksa suhu tubuh penumpang luar negeri untuk cegah MPox
05 September 2024 16:51 WIB, 2024
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Disdik Kepri anjurkan satuan pendidikan perbanyak tadarus selama bulan Ramadhan
14 February 2026 18:16 WIB
Pemkab Natuna gelar pasar murah stabilkan harga sembako menjelang hari keagamaan
14 February 2026 14:11 WIB