Olimpiade 2020 Tokyo diambang pembatalan imbas wabah corona
Kamis, 27 Februari 2020 18:46 WIB
Lapangan indoor dengan kubah (dome) di kompleks olahraga J-Village yang akan menjadi titik awal pawai obor Olimpiade Tokyo 2020. (ANTARA/Suwanti)
Jakarta (ANTARA) - Anggota senior Komite Olimpiade Internasional (IOC) Dick Pound melemparkan wacana soal kemungkinan pembatalan Olimpiade 2020 Tokyo apabila penyebaran wabah virus corona masih tak terkendali.
Dick Pound yang menjadi anggota IOC sejak 1978 itu mengungkapkan bahwa apabila Olimpiade Tokyo harus mundur dari jadwal yang sudah ditetapkan, IOC bakal lebih memilih opsi pembatalan ketimbang ditunda ataupun memindahkan lokasi penyelenggaraan.
"Anda mungkin akan lebih mempertimbangkan pembatalan,"
"Di periode tersebut, menurut saya orang-orang harus bertanya apakah kondisinya sudah terkendali sehingga kami bisa pergi ke Tokyo," ujar Pound dalam wawancara ekslusif bersama kantor berita AS, Associated Press (AP), Rabu (26/2).
Namun IOC akan mencoba menunggu perkembangan terkini dalam satu atau dua bulan ke depan. Keputusan terkait pembatalan atau kelanjutan Olimpiade 2020 akan ditetapkan selambat-lambatnya pada Mei nanti.
"Karena banyak yang harus dilakukan seperti meningkatkan keamanan, mulai dari makanan, perkampungan atlet, hotel. Rekan-rekan media juga akan berada di sana untuk kepentingan liputan," ujarnya.
Kendati penyelenggaraan Olimpiade 2020 diambang pembatalan, IOC meminta agar para atlet tetap mempersiapkan diri berlomba di pesta olahraga terakbar itu.
"Sejauh ini yang kami tahu, kami akan tetap ke Tokyo. Jadi untuk para atlet, tetaplah fokus berlatih dan yakinlah IOC tidak akan mengirimkan kalian ke situasi pandemik," katanya.
Meski IOC mengisyaratkan kemungkinan pembatalan, Pound menilai hal tersebut sebenarnya tak mudah dilakukan, sebab dikhawatirkan mengganggu kalender olahraga lainnya.
"Anda tidak bisa begitu saja menunda sesuatu dengan skala sebesar Olimpiade," pungkasnya.
Apabila Olimpiade 2020 benar-benar dibatalkan, itu akan menjadi kejadian pertama sejak diadakan pada 1896.
Sepanjang sejarah, Olimpiade hanya pernah gagal terlaksana satu kali, yaitu pada tahun 1940 di Tokyo yang disebabkan oleh Perang Jepang dan China serta Perang Dunia II. Sementara Olimpiade 2016 Rio de Janeiro tetap terlaksana sesuai jadwal meski adanya ketakutan akan wabah virus Zika.
Virus yang diberi nama resmi COVID-19 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memaksa pembatalan, penundaan, atau relokasi puluhan acara termasuk Kejuaraan Dunia dan kualifikasi Olimpiade. Di Jepang tercatat ada 172 kasus infeksi corona, yang sejauh ini telah terkonfirmasi dua kematian.
Dick Pound yang menjadi anggota IOC sejak 1978 itu mengungkapkan bahwa apabila Olimpiade Tokyo harus mundur dari jadwal yang sudah ditetapkan, IOC bakal lebih memilih opsi pembatalan ketimbang ditunda ataupun memindahkan lokasi penyelenggaraan.
"Anda mungkin akan lebih mempertimbangkan pembatalan,"
"Di periode tersebut, menurut saya orang-orang harus bertanya apakah kondisinya sudah terkendali sehingga kami bisa pergi ke Tokyo," ujar Pound dalam wawancara ekslusif bersama kantor berita AS, Associated Press (AP), Rabu (26/2).
Namun IOC akan mencoba menunggu perkembangan terkini dalam satu atau dua bulan ke depan. Keputusan terkait pembatalan atau kelanjutan Olimpiade 2020 akan ditetapkan selambat-lambatnya pada Mei nanti.
"Karena banyak yang harus dilakukan seperti meningkatkan keamanan, mulai dari makanan, perkampungan atlet, hotel. Rekan-rekan media juga akan berada di sana untuk kepentingan liputan," ujarnya.
Kendati penyelenggaraan Olimpiade 2020 diambang pembatalan, IOC meminta agar para atlet tetap mempersiapkan diri berlomba di pesta olahraga terakbar itu.
"Sejauh ini yang kami tahu, kami akan tetap ke Tokyo. Jadi untuk para atlet, tetaplah fokus berlatih dan yakinlah IOC tidak akan mengirimkan kalian ke situasi pandemik," katanya.
Meski IOC mengisyaratkan kemungkinan pembatalan, Pound menilai hal tersebut sebenarnya tak mudah dilakukan, sebab dikhawatirkan mengganggu kalender olahraga lainnya.
"Anda tidak bisa begitu saja menunda sesuatu dengan skala sebesar Olimpiade," pungkasnya.
Apabila Olimpiade 2020 benar-benar dibatalkan, itu akan menjadi kejadian pertama sejak diadakan pada 1896.
Sepanjang sejarah, Olimpiade hanya pernah gagal terlaksana satu kali, yaitu pada tahun 1940 di Tokyo yang disebabkan oleh Perang Jepang dan China serta Perang Dunia II. Sementara Olimpiade 2016 Rio de Janeiro tetap terlaksana sesuai jadwal meski adanya ketakutan akan wabah virus Zika.
Virus yang diberi nama resmi COVID-19 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memaksa pembatalan, penundaan, atau relokasi puluhan acara termasuk Kejuaraan Dunia dan kualifikasi Olimpiade. Di Jepang tercatat ada 172 kasus infeksi corona, yang sejauh ini telah terkonfirmasi dua kematian.
Pewarta : Shofi Ayudiana
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK cegah 13 orang ke luar negeri terkait kasus dugaan korupsi mesin EDC tahun 2020-2024
30 June 2025 16:28 WIB
Ombudsman Kepri awasi seleksi penerimaan CASN 2024 guna cegah penyimpangan
10 September 2024 13:07 WIB, 2024
Pejabat KPU Badung jadi tersangka korupsi dana hibah Pemilihan Bupati 2020
14 February 2023 17:09 WIB, 2023
Terpopuler - Jagat
Lihat Juga
Tren "mudik terbalik" saat Imlek kian populer di kalangan anak muda di China
12 February 2026 12:12 WIB
Komisi Eropa ajukan keberatan ke Meta terkait pembatasan akses AI di WhatsApp
10 February 2026 13:54 WIB
Perdana Menteri Inggris minta maaf atas penunjukan dubes terkait kasus Epstein
06 February 2026 15:53 WIB
Gencatan senjata tahap kedua, 54 jenazah warga Palestina telah tiba di Gaza
05 February 2026 11:16 WIB
Kapolri usulkan Bintang Bhayangkara untuk Meri Hoegeng bentuk penghormatan
04 February 2026 14:22 WIB