700 warga Tanjungpinang daftar untuk Program Kartu Prakerja
Minggu, 12 April 2020 10:56 WIB
Dokumen: Pekerja Migran Indonesia saat pulang ke Indonesia melalui pelabuhan tikus di Kabupaten Bintan, Kepri. (Ogen)
Tanjungpinang (ANTARA) - Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tanjungpinang, Hamalis mengatakan hingga Sabtu, sebanyak 700 warga mendaftar sebagai peserta Program Kartu Prakerja.
“Yang telah kita himpun ada 700 orang, dan ini diprediksi semakin meningkat,” kata Hamalis di Tanjungpinang, Sabtu.
Ia menyebutkan sosialisasi terkait pendaftaran peserta Program Kartu Prakerja, khususnya kepada warga yang terdampak COVID-19 telah dilakukan dengan memasang spanduk di beberapa titik di Kota Tanjungpinang.
"Siaran melalui aplikasi WhastApp serta media sosial pun telah banyak disebarkan," jelasnya
Akan tetapi, kata dia, pendaftaran saat ini hanya sebatas untuk merekap data saja, karena ketentuan peruntukan kartu prakerja ini dinilai masih akan berubah seiring dwngan adanya pandemi COVID-19 yang meningkat jumlah korbannya.
Menurutnya, Program Kartu Prakerja sebenarnya sudah ada sejak dari awal tahun dan dianggarkan di APBN.
Namun sasarannya, lanjut dia, sudah berbeda setelah mewabahnya COVID-19, sehingga kemungkinan Kementerian Tenaga Kerja sedang mengubah tujuan sandarannya sesuai dengan situasi sekarang.
"Juknis pelaksanaannya juga belum jelas. Peran pemkot hanya sebatas menghimpun data calon penerima,” jelas Hamalis.
Lebih lanjut, Hamalis menuturkan untuk pendaftaran secara daring masih terbuka bagi siapa saja yang terdampak COVID-19 atau memang belum bekerja. Hanya saja diminta warga untuk bersabar dalam penyelenggaraannya.
“Kalau sudah keluarkan ketetapannya, kita umumkan dengan segera,” ucap Hamalis.
“Yang telah kita himpun ada 700 orang, dan ini diprediksi semakin meningkat,” kata Hamalis di Tanjungpinang, Sabtu.
Ia menyebutkan sosialisasi terkait pendaftaran peserta Program Kartu Prakerja, khususnya kepada warga yang terdampak COVID-19 telah dilakukan dengan memasang spanduk di beberapa titik di Kota Tanjungpinang.
"Siaran melalui aplikasi WhastApp serta media sosial pun telah banyak disebarkan," jelasnya
Akan tetapi, kata dia, pendaftaran saat ini hanya sebatas untuk merekap data saja, karena ketentuan peruntukan kartu prakerja ini dinilai masih akan berubah seiring dwngan adanya pandemi COVID-19 yang meningkat jumlah korbannya.
Menurutnya, Program Kartu Prakerja sebenarnya sudah ada sejak dari awal tahun dan dianggarkan di APBN.
Namun sasarannya, lanjut dia, sudah berbeda setelah mewabahnya COVID-19, sehingga kemungkinan Kementerian Tenaga Kerja sedang mengubah tujuan sandarannya sesuai dengan situasi sekarang.
"Juknis pelaksanaannya juga belum jelas. Peran pemkot hanya sebatas menghimpun data calon penerima,” jelas Hamalis.
Lebih lanjut, Hamalis menuturkan untuk pendaftaran secara daring masih terbuka bagi siapa saja yang terdampak COVID-19 atau memang belum bekerja. Hanya saja diminta warga untuk bersabar dalam penyelenggaraannya.
“Kalau sudah keluarkan ketetapannya, kita umumkan dengan segera,” ucap Hamalis.
Pewarta : Ogen
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tujuh paroki umat Katolik di Batam gelar ibadat Jalan Salib rangkaian Pra-Paskah
18 April 2025 14:49 WIB
Kota Tanjungpinang jadi lokus pra pemutakhiran pendataan keluarga dan survei ECDI 2024
22 July 2024 12:12 WIB, 2024
BKKBN RI gelar prarekonsiliasi data laporan keuangan dan BMN semester II
12 December 2023 11:22 WIB, 2023
Peserta Kartu Pra Kerja di 2023 terima bantuan biaya pelatihan Rp4,2 juta
05 January 2023 17:07 WIB, 2023