TNI AL tingkatkan pengawasan jalur ilegal
Senin, 27 April 2020 4:36 WIB
Personel Lanal Tanjung Balai Asahan, Lantamal I mengamankan tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal dari Malaysia. (ANTARA/HO)
Medan (ANTARA) - Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) I Belawan Laksamana Pertama TNI Abdul Rasyid mengatakan, TNI AL, dalam hal ini Lantamal I Koarmada I terus memperkuat dan meningkatkan pengawasan terhadap jalur-jalur masuk secara ilegal dari laut.
"Patroli rutin, patroli intelijen tetap kita lakukan dan intensitasnya dinaikkan, kita tidak akan mengambil risiko besar pada waktu seperti saat ini," ujar Rasyid, dalam keterangannya di Belawan, Medan, Minggu.
Ia mengatakan, negara saat ini sedang mewaspadai Pandemi COVID-19 terutama penyebarannya yang dikhawatirkan datang dari luar negeri.
"TNI AL khususnya Lantamal I Koarmada I melalui Lanal-Lanal jajarannya akan terus meningkatkan tugas patroli yang merupakan hal rutin dilaksanakan terutama di tempat-tempat yang disinyalir menjadi jalur-jalur masuk secara ilegal," katanya.
Rasyid menyebutkan, selain penyelundupan TKI Ilegal yang akhir-akhir ini marak terjadi di Tanjung Balai Asahan (TBA), Lantamal I Belawan juga tetap mewaspadai kemungkinan penyelundupan lainnya seperti komiditi dan narkoba.
"Dalam beberapa pekan terakhir kita sudah sekian kali mengamankan TKI Ilegal yang kembali dari Malaysia dan itu selalu menjadi perhatian lebih kita akhir-akhir ini guna meningkatkan patroli," katanya.
Ia mengatakan TNI AL berupaya menangkap TKI yang berusaha diselundupkan agar dapat dilakukan pemeriksaan kesehatan sebelum masuk ke Indonesia untuk dipulangkan ke daerahnya.
"Tanpa kecuali, akan kita cek kondisi kesehatan dan suhu tubuh penumpang, prosedur penyemprotan disinfektan kepada seluruh TKI dan Kapal juga kita laksanakan guna meminimalisir penyebaran COVID-19 yang datang dari luar. Selain itu, kapal dan penumpang diperiksa barang bawaannya untuk memastikan tidak ada bawaan barang terlarang yang dibawa dari luar," katanya.
"Patroli rutin, patroli intelijen tetap kita lakukan dan intensitasnya dinaikkan, kita tidak akan mengambil risiko besar pada waktu seperti saat ini," ujar Rasyid, dalam keterangannya di Belawan, Medan, Minggu.
Ia mengatakan, negara saat ini sedang mewaspadai Pandemi COVID-19 terutama penyebarannya yang dikhawatirkan datang dari luar negeri.
"TNI AL khususnya Lantamal I Koarmada I melalui Lanal-Lanal jajarannya akan terus meningkatkan tugas patroli yang merupakan hal rutin dilaksanakan terutama di tempat-tempat yang disinyalir menjadi jalur-jalur masuk secara ilegal," katanya.
Rasyid menyebutkan, selain penyelundupan TKI Ilegal yang akhir-akhir ini marak terjadi di Tanjung Balai Asahan (TBA), Lantamal I Belawan juga tetap mewaspadai kemungkinan penyelundupan lainnya seperti komiditi dan narkoba.
"Dalam beberapa pekan terakhir kita sudah sekian kali mengamankan TKI Ilegal yang kembali dari Malaysia dan itu selalu menjadi perhatian lebih kita akhir-akhir ini guna meningkatkan patroli," katanya.
Ia mengatakan TNI AL berupaya menangkap TKI yang berusaha diselundupkan agar dapat dilakukan pemeriksaan kesehatan sebelum masuk ke Indonesia untuk dipulangkan ke daerahnya.
"Tanpa kecuali, akan kita cek kondisi kesehatan dan suhu tubuh penumpang, prosedur penyemprotan disinfektan kepada seluruh TKI dan Kapal juga kita laksanakan guna meminimalisir penyebaran COVID-19 yang datang dari luar. Selain itu, kapal dan penumpang diperiksa barang bawaannya untuk memastikan tidak ada bawaan barang terlarang yang dibawa dari luar," katanya.
Pewarta : Munawar Mandailing
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerintah tambah anggran pemulihan pasca bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar
05 February 2026 15:35 WIB
Batam salurkan bantuan Rp4,7 miliar untuk korban bencana di Sumetera Utara
09 January 2026 10:11 WIB
Wagub serahkan bantuan bencana Rp1,153 miliar dari masyarakat Kepri ke Pemprov Sumut
23 December 2025 7:23 WIB
Bareskrim Polri naikkan status kasus kayu gelondongan di Sumut ke penyidikan
10 December 2025 13:51 WIB
Kogabwilhan I siapkan posko BMS guna percepat penanganan bencana Sumatera
03 December 2025 16:53 WIB
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Polda Kepri gagalkan peredaran 353 keping vape mengandung etomidate di Kota Batam
12 February 2026 17:40 WIB
KPK tegaskan penetapan Yaqut Cholil sebagai tersangka kasus kuota haji sesuai prosedur
11 February 2026 15:46 WIB