Pariwisata Banyuwangi akan kembali dibuka
Sabtu, 25 Juli 2020 18:52 WIB
Tangkapan layar Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam acara Sore Bersama LBP bertajuk "Investasi Di Tengah Pandemi". ANTARA/Ade Irma Junida
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan akan meresmikan pembukaan kembali pariwisata di Banyuwangi, Jawa Timur, pada Rabu (29/7).
"Rabu saya akan buka lagi, bersama Menteri Pariwisata, wisata di Banyuwangi. Tanggal 30 (Juli) kita (buka) di Bali, dan terus bertahap di beberapa tempat yang ada itu kita mulai tingkatkan," katanya dalam acara Sore Bersama LBP yang disiarkan secara daring, Sabtu.
Luhut mengungkapkan pemulihan pariwisata karena pandemi dan instabilitas politik membutuhkan waktu rata-rata 10 bulan. Meski pandemi COVID-19 belum berakhir hingga kini, ia mengaku pemerintah perlahan mulai membuka kembali sektor pariwisata.
Menurut Luhut, dengan dibukanya pariwisata diharapkan ada penyerapan kembali tenaga kerja secara cepat.
"Karena orang juga sudah bosan di rumah, pingin ke Bali, Jogja, Banyuwangi atau kemana lagi," katanya.
Mantan Menko Polhukam itu menambahkan, berdasarkan laporan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, saat ini pergerakan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, sudah mencapai sekitar 45 persen.
"Bertahap kita naikkan. Itu dua minggu lalu sekitar 20 persen. Sekarang meningkat, kita berharap kalau semua keadaan terkendali, bisa akan 50 persen dalam beberapa hari ke depan," katanya.
Di lingkup Kemenko Maritim dan Investasi, juga ada kebijakan perjalanan dinas tujuh kementerian di bawah kemenko tersebut. Perjalanan dinas diklaim dilakukan untuk mendorong serapan anggaran, menggerakkan ekonomi, serta mendukung industri penerbangan.
"Ada yang mengkritik terkait perjalanan dinas sekarang, namun bila tidak dilakukan itu, pariwisata tidak akan jalan," ujar Luhut secara terpisah melalui keterangan tertulis.
"Rabu saya akan buka lagi, bersama Menteri Pariwisata, wisata di Banyuwangi. Tanggal 30 (Juli) kita (buka) di Bali, dan terus bertahap di beberapa tempat yang ada itu kita mulai tingkatkan," katanya dalam acara Sore Bersama LBP yang disiarkan secara daring, Sabtu.
Luhut mengungkapkan pemulihan pariwisata karena pandemi dan instabilitas politik membutuhkan waktu rata-rata 10 bulan. Meski pandemi COVID-19 belum berakhir hingga kini, ia mengaku pemerintah perlahan mulai membuka kembali sektor pariwisata.
Menurut Luhut, dengan dibukanya pariwisata diharapkan ada penyerapan kembali tenaga kerja secara cepat.
"Karena orang juga sudah bosan di rumah, pingin ke Bali, Jogja, Banyuwangi atau kemana lagi," katanya.
Mantan Menko Polhukam itu menambahkan, berdasarkan laporan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, saat ini pergerakan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, sudah mencapai sekitar 45 persen.
"Bertahap kita naikkan. Itu dua minggu lalu sekitar 20 persen. Sekarang meningkat, kita berharap kalau semua keadaan terkendali, bisa akan 50 persen dalam beberapa hari ke depan," katanya.
Di lingkup Kemenko Maritim dan Investasi, juga ada kebijakan perjalanan dinas tujuh kementerian di bawah kemenko tersebut. Perjalanan dinas diklaim dilakukan untuk mendorong serapan anggaran, menggerakkan ekonomi, serta mendukung industri penerbangan.
"Ada yang mengkritik terkait perjalanan dinas sekarang, namun bila tidak dilakukan itu, pariwisata tidak akan jalan," ujar Luhut secara terpisah melalui keterangan tertulis.
Pewarta : Ade irma Junida
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Batam dukung usulan bebas visa kunjungan bagi 8 negara dongkrak kunjungan wisman
05 June 2026 14:59 WIB
Mandiri Bintan Marathon perkuat komitmen keberlanjutan lingkungan lewat tanam mangrove
09 May 2026 11:49 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pelni Tanjungpinang ajak warga manfaatkan diskon tiket kapal periode libur sekolah
06 June 2026 15:57 WIB
Harga minyak mentah Indonesia pada Mei 2026 turun ke 106,56 dolar AS per barel
06 June 2026 14:04 WIB