Cuaca pengaruhi inflasi di Kepri
Selasa, 6 Oktober 2020 16:33 WIB
Wakil Ketua TPID Kepri Musni Hardi K Atmaja.(Antara)
Batam (ANTARA) - Tim Pengendali Inflasi Daerah Provinsi Kepulauan Riau mengingatkan potensi risiko inflasi akibat cuaca yang kurang bagus, pada Oktober 2020.
"Terdapat beberapa risiko inflasi yang perlu diwaspadai, antara lain peningkatan curah hujan," kata Wakil Ketua TPID Kepri, Musni Hardi K Atmaja di Batam, Selasa.
Menurut dia potensi curah hujan berpotensi mendorong kenaikkan harga pada komoditas bahan pangan terutama komoditas sayuran.
Lalu inflasi juga berisiko dipacu gangguan cuaca atau gelombang laut yang tinggi menjelang akhir tahun.
Menurut dia, gelombang laut tinggi bisa menghambat distribusi logistik dan bahan pangan yang menyebabkan harga-harga naik.
Dan risiko inflasi ketiga yaitu peningkatan harga emas yang mungkin masih terjadi.
"Oleh karena itu, upaya pengendalian inflasi oleh TPID pada Oktober 2020 akan difokuskan pada upaya menjaga kelancaran distribusi dan memastikan kecukupan dan ketersediaan pasokan," kata dia.
Rencananya, TPID menjalin kerja sama antar daerah demi menjaga kelancaran pasokan dan ketersediaan barang.
TPID Kepri juga akan mendorong pemasaran bahan pangan secara daring, antara lain melalui Pasar Mitra Tani dan Gerai Tani online Tanjungpinang.
"Pemasaran secara 'online' tersebut diharapkan dapat mengefisienkan tata niaga bahan pangan untuk mendukung pencapaian sasaran inflasi nasional," kata dia.
"Terdapat beberapa risiko inflasi yang perlu diwaspadai, antara lain peningkatan curah hujan," kata Wakil Ketua TPID Kepri, Musni Hardi K Atmaja di Batam, Selasa.
Menurut dia potensi curah hujan berpotensi mendorong kenaikkan harga pada komoditas bahan pangan terutama komoditas sayuran.
Lalu inflasi juga berisiko dipacu gangguan cuaca atau gelombang laut yang tinggi menjelang akhir tahun.
Menurut dia, gelombang laut tinggi bisa menghambat distribusi logistik dan bahan pangan yang menyebabkan harga-harga naik.
Dan risiko inflasi ketiga yaitu peningkatan harga emas yang mungkin masih terjadi.
"Oleh karena itu, upaya pengendalian inflasi oleh TPID pada Oktober 2020 akan difokuskan pada upaya menjaga kelancaran distribusi dan memastikan kecukupan dan ketersediaan pasokan," kata dia.
Rencananya, TPID menjalin kerja sama antar daerah demi menjaga kelancaran pasokan dan ketersediaan barang.
TPID Kepri juga akan mendorong pemasaran bahan pangan secara daring, antara lain melalui Pasar Mitra Tani dan Gerai Tani online Tanjungpinang.
"Pemasaran secara 'online' tersebut diharapkan dapat mengefisienkan tata niaga bahan pangan untuk mendukung pencapaian sasaran inflasi nasional," kata dia.
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BI Kepri sebut inflasi Maret 2026 terkendali, lebih rendah dari angka nasional
04 April 2026 14:34 WIB
TPID Kepri jadi garda terdepan kendalikan inflasi, jaga daya beli masyarakat
14 October 2025 13:50 WIB
BI: Energi terbarukan diperkirakan jadi penopang baru bagi ekonomi Kepri
07 May 2025 12:13 WIB, 2025
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
DPRD-Pemkot Batam sepakati rancangan KUA/PPAS APBD Batam 2027 sebesar Rp4,8 T
15 August 2026 14:10 WIB