6.980 ton beras petani ditampungBulog Riau Kepri
Jumat, 8 Januari 2021 18:39 WIB
Gudang Bulog Riau Kepri (ANTARA/Vera Lusiana)
Pekanbaru (ANTARA) - Perum Bulog Wilayah Riau dan Kepulauan Riau mampu menyerap produksi pertanian setempat sebesar 6.980 ton beras pada 2020, naik dibandingkan 2019. yang sebanyak dari 4.416 ton.
Kepala Bulog Riau-Kepri Bahtiar Sekar kepada ANTARA di Pekanbaru, Jumat mengatakan penyerapan beras petani tersebut lebih tinggi 133,63 persen dari target 2020 yang ditetapkan.
Realisasi penyerapan beras petani oleh Bulog Riau dan Kepri tersebut, tambahnya, tercatat di urutan tiga secara nasional.
"Jadi serapan padi petani tahun 2020 maksimal mencapai 6.980 ton beras atau setara gabah 13.960 ton," katanya.
Menurutnya, meskipun Provinsi Riau dan Kepri bukan daerah penghasil padi, namun untuk menjalankan amanat pemerintah pusat dengan menjaga harga jual di tingkat petani, Bulog harus berupaya memaksimalkan penyerapan.
Ia mengatakan penetapan target serapan gabah ini terus naik dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
Ia mengakui tahun 2018 lalu Bulog hanya mampu menyerap beras petani sebanyak 2.500 ton beras saja, jauh dari target yang ditetapkan yakni 4.000 ton.
"Tahun ini capaian tertinggi Kanwil Riau Kepri selama 5 tahun terakhir, target juga sudah di atas dari pengadaan lima tahunan terakhir," katanya.
Hal ini tercapai berkat produksi tahun 2020, cukup baik didukung cuaca yang cukup bagus, dan faktor harga juga cenderung stabil sepanjang tahun.
Terkait harga pembelian petani (HPP) juga semakin baik sesuai Permendag Nomor 24 tahun 2020, untuk Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani Rp4.200 per kg, dan di tingkat penggilingan Rp4.250 per kg.
Kepala Bulog Riau-Kepri Bahtiar Sekar kepada ANTARA di Pekanbaru, Jumat mengatakan penyerapan beras petani tersebut lebih tinggi 133,63 persen dari target 2020 yang ditetapkan.
Realisasi penyerapan beras petani oleh Bulog Riau dan Kepri tersebut, tambahnya, tercatat di urutan tiga secara nasional.
"Jadi serapan padi petani tahun 2020 maksimal mencapai 6.980 ton beras atau setara gabah 13.960 ton," katanya.
Menurutnya, meskipun Provinsi Riau dan Kepri bukan daerah penghasil padi, namun untuk menjalankan amanat pemerintah pusat dengan menjaga harga jual di tingkat petani, Bulog harus berupaya memaksimalkan penyerapan.
Ia mengatakan penetapan target serapan gabah ini terus naik dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
Ia mengakui tahun 2018 lalu Bulog hanya mampu menyerap beras petani sebanyak 2.500 ton beras saja, jauh dari target yang ditetapkan yakni 4.000 ton.
"Tahun ini capaian tertinggi Kanwil Riau Kepri selama 5 tahun terakhir, target juga sudah di atas dari pengadaan lima tahunan terakhir," katanya.
Hal ini tercapai berkat produksi tahun 2020, cukup baik didukung cuaca yang cukup bagus, dan faktor harga juga cenderung stabil sepanjang tahun.
Terkait harga pembelian petani (HPP) juga semakin baik sesuai Permendag Nomor 24 tahun 2020, untuk Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani Rp4.200 per kg, dan di tingkat penggilingan Rp4.250 per kg.
Pewarta : Vera Lusiana
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Badan Bahasa tekankan pentingnya revitalisasi Bahasa Melayu bagi anak-anak
29 January 2026 16:48 WIB
Polda Kepri minta klarifikasi dari pelapor terkait video bermuatan asusila ASN
05 January 2026 14:31 WIB
Imigrasi Ranai sebut 1.233 WNA dan WNI Lintasi Natuna-Riau selama tahun 2025
23 December 2025 11:07 WIB