Bupati Natuna berharap pertahanan laut lebih diprioritaskan

id Natuna, TNI AL, laut natuna u

Bupati Natuna berharap pertahanan laut lebih diprioritaskan

Bupati Natuna, Wan Siswandi memberikan keterangan kepada ANTARA saat berada di atas KRI Bima Suci, Selat Lampa, Natuna, Jumat (1/10). (ANTARA/Cherman)

Natuna (ANTARA) - Bupati Natuna, Wan Siswandi berharap kunjungan 88 Taruna – Taruni Akademi Angkatan Laut (AAL) Tingkat lll Angkatan ke 68 serta 5 Taruna dari Sekolah Tinggi Intelijen Negera (STIN) dalam mengikuti Pelayaran Kartika Jala Krida (KJK) Tahun 2021 bersama Kapal Latih KRI Bima Suci – 945 yang dikomandani Letkol Laut (P) Waluyo, dapat memberikan dampak terkait kebijakan pertahanan di Natuna dengan memprioritaskan pertahanan laut.

"Itu yang kami harapkan tentunya, karena Natuna ini bagian dari NKRI yang kita harapkan ke depan itu agar TNI Angkatan Laut selalu hadir di Laut Natuna", harapnya.

Ia juga mengatakan Natuna merupakan daerah pertahanan sebagaimana yang telah diamanatkan oleh Presiden Jokowi.

"Dan tentunya kami berharap kedepan agar Natuna lebih diprioritaskan lagi untuk pertahanan, khususnya TNI Angkatan Laut, karena apa, karena memang Natuna berdasarkan undang-undang pembentukan kabupaten Natuna yaitu undang-undang nomor 53 Tahun 1999 itu kan Natuna berbatasan dengan beberapa negara, oleh karena Itu kami berharap ke depannya kehadiran dari pada kapal Bima Suci ini ke depan lebih bermanfaat lagi", pungkasnya.

Selain itu, Ia juga berharap dengan kunjungan KRI Bima Suci dapat menginspirasi para pemuda pemudi Natuna menjadi Taruna Taruni Angkatan Laut dan menjadi bagian dari keluarga besar Angkatan Laut Republik Indonesia.

Terpisah, Komandan Kapal Latih KRI Bima Suci – 945, Letkol Laut (P) Waluyo mengatakan Natuna memiliki potensi unggulan pada sektor pariwisata dan berharap kedepannya diantara taruna taruni ada yang berasal dari Natuna.

"Banyak sekali destinasi wisata Natuna yang cukup membanggakan bagi Indonesia dan perlu ditingkatkan lagi", ujar Waluyo.

Selanjutnya KRI Bima Suci menuju Sabang dengan 7 hari jarak tempuh, Ia mengatakan para taruna taruni akan mendapatkan pelatihan mengenai navigasi melalui benda benda angkasa seperti bintang.

"Namun sebelum menuju Sabang, kita juga akan melakukan bantuan sosial di pulau terluar yang kita lewati, yaitu Pulau Berhala, disana pulau tidak berpenduduk, hanya ada pamtas satgas pulau terluar", ungkapnya.

Ia juga berharap kepada putra putri Natuna dapat bergabung bersama taruna taruni di Angkatan Laut.

KRI Bima Suci berlayar dalam kurun waktu 99 hari mulai tanggal 26 Juni sampai dengan 1 November 2021 untuk mengarungi nusantara dengan jarak tempuh 11.328 NM. 

Adapun rute pelayaran berawal dari Surabaya – Labuan Bajo – Tual – Jayapura – Raja Ampat – Morotai – Nunukan (Sesi Pancang) – Tarakan – Selat Lampa (Natuna) – Sabang – Nias – Cilacap – Bali – Surabaya.
 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE