Pengungsi asal Afghanistan coba bunuh diri

id Seorang pengungsi asal Afghanistan, coba bunuh diri

Pengungsi asal Afghanistan coba bunuh diri

Hotel Bhadra, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau sebagai tempat tinggal ratusan imigran asal Afghanistan, Sudan, Pakistan dan Somalia (Nikolas Panama)

Tanjungpinang (ANTARA) - Salah seorang pengungsi asal Afghanistan yang tinggal di Hotel Bhadra, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau mencoba bunuh diri, namun berhasil diselamatkan oleh teman-temannya.

"Rekan kami mencoba bunuh diri, namun nyawanya berhasil diselamatkan. Sekarang masih dirawat di rumah sakit," kata Alzobier Pasha, salah seorang pengungsi asal Sudan, di Hotel Bhadra, Senin.

Menurut dia, Hotel Bhadra menyimpan duka dari para pengungsi. Upaya bunuh diri bukan hanya pertama kali terjadi, melainkan sudah berulang kali.

Sebanyak 14 orang pengungsi asal Afghanistan meninggal dunia dengan cara bunuh diri. Mereka dikebumikan di lokasi pemakaman umum yang tidak jauh dari Hotel Bhadra.

"Depresi yang sangat tinggi selama bertahun-tahun mengakibatkan mereka mengakhiri hidupnya," ucapnya.

Sementara di Lapangan Pamedan, Kota Tanjungpinang, ratusan pengungsi asal Afghanistan melakukan aksi unjuk rasa. Aksi ini sudah dua kali dilakukan dalam sebulan terakhir.

Mereka menuntut kejelasan status mereka setelah lebih dari 7 tahun tinggal di Tanjungpinang dan Bintan. Mereka mendesak agar segera diberangkatkan ke negara ketiga untuk memulai hidup yang normal.

Pengungsi asal Afghanistan, Yahya Jamely, mengatakan, para pengungsi ingin hidup normal, sama seperti bangsa yang merdeka lainnya. 

"Usia kami terus bertambah, tetapi kami tidak produktif, kehidupan kami dibatasi. Kami minta UNHCR mendengar dan segera membawa kami ke negara ketiga," katanya.

Sebelumnya, Ketua Fraksi Demokrasi Indonesia Perjuangan DPRD Kepri Lis Darmansyah meminta pemerintah daerah membantu para pengungsi dengan meneruskan aspirasi yang disampaikan kepada pemerintah pusat dan UNHCR.

"Kami kaget, miris, dan sedih mendengar ada belasan orang yang bunuh diri. Mereka manusia, sama seperti kita, yang harus dilindungi negara," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE