Pembangunan gedung LAM Kepri telan dana Rp30 miliar

id Pembangunan gedung LAM

Pembangunan gedung LAM Kepri telan dana Rp30 miliar

Gubernur Kepri Ansar Ahmad melihat DED pembangunan gedung lembaga adat melayu (LAM). (ANTARA/HO-Humas Pemprov Kepri)

Tanjungpinang (ANTARA) - Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menyampaikan pembangunan gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) di pelataran Anjung Cahaya Gurindam Dua Belas, Tanjungpinang, diperkirakan menelan dana APBD sekitar Rp30 miliar.

Ansar di Tanjungpinang, Kamis, menyebutkan pembangunan gedung LAM Kepri direncanakan selesai dalam dua tahun. Untuk tahun ini pihaknya mengalokasikan anggaran Rp8-10 miliar.

"Sekarang sedang proses lelang, kalau anggarannya mencukupi akan kita selesaikan tahun depan, karena anggarannya memang cukup besar," kata Gubernur Ansar.

Dia mengatakan pembangunan gedung LAM Kepri akan dijalankan dengan penataan kawasan Gurindam Dua Belas.

Penataan tersebut meliputi relokasi UMKM yang berjualan di dalam Anjung Cahaya dan diperkirakan ada 50 pedagang UMKM di kawasan itu yang akan direlokasi.

"Pedagang di Anjung Cahaya pasti jadi prioritas, karena kita tidak akan membangun ini dengan mengorbankan yang lain. Maka akan disediakan lokasi untuk mereka dengan tempat yang lebih representatif," ujarnya.

Ia sudah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Koperasi dan UMKM untuk berkoordinasi dengan Pemkot Tanjungpinang terkait dengan pembangunan gedung LAM Kepri dan relokasi pedagang UMKM.

Selain itu, politisi Golkar itu juga mengungkapkan tentang rencana pembangunan gedung etalase Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kepri dan lahan untuk gerai-gerai makanan cepat saji di kawasan Gurindam Dua Belas.

Gedung etalase Dekranasda akan menampilkan berbagai produk unggulan daerah lokal dari seluruh kabupaten dan kota di Kepri.

"Sehingga nanti jadi seperti Showcase untuk daya tarik kawasan ini, tidak hanya kuliner saja tapi masyarakat bisa menikmati suguhan hiburan," ungkap Ansar.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE