Keluarga harap calon PMI korban kapal tenggelam segera dipulangkan

id CPMI,NTB,ilegal

Keluarga harap calon PMI korban kapal tenggelam segera dipulangkan

Keluarga korban CPMI kecelakaan laut di Riau asal Desa Tumpak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.(ANTARA/Ist.)

Praya, Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Desa Tumpak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, menyatakan keluarga berharap calon pekerja migran (CPMI) yang menjadi korban kapal karam di Kepulauan Riau segera dipulangkan, baik yang selamat maupun meninggal dunia. 

"Dari hasil musyawarah, pihak keluarga berharap mereka (korban, red) segera dipulangkan," kata Kepala Desa Tumpak Rosadi di Praya, Jumat.

Jumlah warganya yang berangkat menjadi CPMI yang diduga melalui jalur ilegal tersebut sebanyak tiga orang, satu orang telah ditemukan selamat dan dua orang masih hilang, namun satu ditemukan meninggal dunia.

Baca juga:
KBRI Singapura kawal proses pemulangan jenazah calon PMI ke Indonesia
.

Satu jenazah diduga PMI ditemukan di Singapura

Sementara itu, Masri keluarga korban mengatakan pihak keluarga berharap korban bisa dipulangkan dalam kondisi apapun dan pihaknya belum menerima informasi resmi dari pemerintah daerah, apakah yang ditemukan meninggal dunia itu adalah keluarganya atau tidak.

"Kami berharap supaya segera dipulangkan," katanya.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lombok Tengah Syamsul Rijal mengatakan proses pemulangan jenazah korban kapal tenggelam yang merupakan warga Desa Tumpak tersebut masih dalam proses identifikasi, sehingga pemerintah daerah melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan pihak keluarga terkait dengan identitas korban.

"Foto copy KTP dan KK korban telah kita kirimkan kepada Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Jadi kita masih menunggu informasi selanjutnya," katanya.


                Dikawal KBRI

Sementara itu dari Batam dilaporkan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura akan terus mengawal proses pemulangan jenazah calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Indonesia yang ditemukan di perairan Singapura.

“Betul, kami akan terus mengawal dan kami sudah koordinasi intensif dengan kepolisian Singapura dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kepri terkait proses pemulangannya,” ujar Kepala Koordinasi Fungsi Pensosbud KBRI Singapura, Ratna Lestari saat dihubungi Antara di Batam Kepulauan Riau, Kamis (23/6).

Ratna menjelaskan, pada dasarnya pemulangan jenazah CPMI atas nama Lalu Ahmat Sapii umur 38 tahun ini tinggal menunggu izin dari pemerintah Singapura.

“Intinya jika sudah ada kejelasan, baik dari pemerintah Indonesia yaitu KBRI Singapura, Kemenlu dan BP2MI dengan Kepolisian Singapura, termasuk ijin pemulangannya yang diberikan oleh pemerintah Singapura, maka kita akan proses pemulangannya,” katanya.

Untuk saat ini, kata Ratna, pihaknya masih menunggu pemeriksaan terhadap jenazah yang dilakukan oleh Kepolisian Singapura.

“Masih menunggu hasil otopsi dan lain-lainnya dulu,” ungkapnya.

Baca juga:
BP2MI pastikan jasad yang ditemukan di Singapura adalah PMI

Sebagian PMI yang tenggelam di Perairan Batam merupakan warga Lombok

Diberitakan BP2MI Provinsi Kepulauan Riau sudah memastikan bahwa jenazah yang ditemukan perairan Singapura adalah calon PMI yang hilang di perairan Nongsa, Batam.

“Setelah dilakukan pendalaman terhadap 23 orang PMI korban selamat, bahwa benar jenazah tersebut merupakan salah satu teman mereka yang dinyatakan hilang,” ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) BP2MI Mangiring Sinaga dari keterangan tertulis yang diterima Antara di Batam Kepulauan Riau, Rabu (22/6).

Adapun Identitas jenazah adalah Lalu Ahmat Sapii umur 38 tahun, berjenis kelamin pria dan berasal dari Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Ditemukan juga Kartu Tanda Penduduk (KTP) korban, Surat Izin Mengemudi (SIM) C milik korban serta KTKLN (Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri) yang tidak berlaku lagi diterbitkan 27 Mei 2013 milik korban,” ucap Mangiring.*
 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Keluarga berharap CPMI korban kapal tenggelam segera dipulangkan
Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE