Logo Header Antaranews Kepri

Rupiah melemah Rp14.992 per dolar AS

Selasa, 5 Juli 2022 15:49 WIB
Image Print
Ilustrasi - Petugas menunjukan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di Valuta Inti Prima, Jakarta. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp/aa. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Ini membuat rupiah menjadi mata uang yang kurang menarik

Jakarta (ANTARA) - Rupiah ditutup melemah 22 poin atau 0,15 persen ke posisi Rp14.992 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.972 per dolar AS. Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore ditutup melemah dipicu sentimen kenaikan suku bunga The Fed dan inflasi domestik.

Analis DCFX Futures Lukman Leong saat dihubungi di Jakarta, mengatakan, pelemahan rupiah sangat fundamental mengingat perkembangan global di mana bank sentral dunia berlomba-lomba menaikkan suku bunga, terutama bank sentral AS The Fed.

"Ini membuat rupiah menjadi mata uang yang kurang menarik," ujar Lukman.

Dari domestik, lanjut Lukman, tekanan untuk menaikkan suku bunga semakin besar setelah data inflasi menunjukkan angka di atas 4 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Juni 2022 sebesar 0,61 persen (mom) atau 4,35 persen (yoy), tertinggi sejak 2017, yang dikhawatirkan membebani prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kenaikan kasus COVID-19 dan PPKM yang dinaikkan ke level dua juga turut mempengaruhi rupiah.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rupiah melemah dipicu sentimen The Fed dan inflasi domestik



Pewarta :
Editor: Nikolas Panama
COPYRIGHT © ANTARA 2026