Logo Header Antaranews Kepri

KNPI: Pemuda Indonesia - Malaysia perlu pererat hubungan diplomasi

Kamis, 14 Juli 2022 12:35 WIB
Image Print
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Komite Pemuda Nasional Indonesia (KNPI) Haris Pertama (kiri) bertemu dengan Menteri Belia dan Sukan Malaysia Ahmad Faizal Azumu (tengah) dan Presiden Majlis Belia Malaysia Mohd Izzat Afifi Abdul Hamid (kanan) di Kuala Lumpur, Rabu (13/7/2022). (ANTARA/HO-KNPI Malaysia)
Jangan sampai setiap ada masalah kecil, kedua negara selalu bertikai tanpa mengeluarkan solusi yang konkret. Sudah saatnya pemuda mengambil peran signifikan untuk kemajuan dua negara

Kuala Lumpur (ANTARA) - Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Komite Pemuda Nasional Indonesia (KNPI) Haris Pertama mengatakan penting bagi Indonesia dan Malaysia sebagai negara serumpun untuk terus mempererat hubungan kedekatan, salah satunya dengan mendorong diplomasi di kalangan pemuda.

"Diplomasi kedua negara harus kembali dibangkitkan, terutama yang berkaitan dengan isu ekonomi, kerukunan kedua negara maupun sektor lainnya yang mempunyai dampak langsung kepada hubungan kedua negara di tengah Revolusi (Industri) 4.0 dan 5.0," kata Haris dalam keterangan tertulis yang diterima di Kuala Lumpur, Kamis.

"Jangan sampai setiap ada masalah kecil, kedua negara selalu bertikai tanpa mengeluarkan solusi yang konkret. Sudah saatnya pemuda mengambil peran signifikan untuk kemajuan dua negara," katanya saat bertemu dengan Menteri Belia dan Sukan Malaysia Ahmad Faizal Azumu dalam acara yang digagas DPP KNPI bersama organisasi kepemudaan terbesar di Malaysia, Majlis Belia Malaysia (MBM), Rabu malam (13/7).

Presiden MBM Mohd Izzat Afifi Abdul Hamid mengapresiasi kedatangan Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama untuk mempererat hubungan kedua organisasi besar pemuda dua negara.

Sementara itu, Menteri Ahmad Faizal mengatakan MBM dan KNPI harus mampu bersinergi dalam berbagai bidang.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: KNPI: Pemuda Indonesia dan Malaysia perlu pererat hubungan



Pewarta :
Editor: Nikolas Panama
COPYRIGHT © ANTARA 2026