
Harga Cabai Merah di Tanjungpinang Turun

Tanjungpinang (ANTARA News) - Harga cabai merah di tingkat pedagang pengecer di Pasar KUD Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, turun dari harga Rp48.000/kg pada tiga hari lalau menjadi Rp46.000/kg atau turun Rp2.000.
"Harga cabai merah sudah berangsur turun, hari ini harganya sudah Rp46.000/kg, sebelumnya sempat bertahan di harga Rp48.000/kg dan Rp52.000/kg," kata pedagang cabai di Pasar KUD Tanjungpinang, Marwan, Rabu.
Marwan mengatakan, turunya harga cabai yang dijual pedagang pengecer di Tanjungpinang karena harga jual dari distributor juga turun dan permintaan dari pembeli sedikit berkurang akibat naiknya harga cabai merah.
"Penyebab pastinya harga turun kami tidak mengetahui, namun saat ini biaya yang kami keluarkan untuk membeli kepada distributor sudah turun," katanya.
Cabai merah yang dijual pedagang di Tanjungpinang berasal dari Pulau Jawa yang dibawa ke Tanjungpinang dengan transportasi udara setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan warga Tanjungpinang.
Marwan mengatakan, selain harga cabai merah turun, harga cabai rawit juga ikut turun dari harga Rp26.000/kg turun menjadi Rp25.000/kg atau turun sebesar Rp1.000.
Sedangkan harga tomat sayur menurut dia tetap bertahan di Rp8.000/kg, namun harga kentang mengalami kenaikan dari harga Rp5.500/kg naik menjadi Rp8.000/kg.
Harga sayur lainnya seperti sayur kol dan wortel menurut dia juga masih bertahan di harga Rp8.000/kg.
Berikut harga cabai sepekan terakhir:
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jenis komoditas Harga (Rp/kg)
14/7 11/7 9/7
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Cabai merah 46.000 48.000 52.000
- Cabai rawit 25.000 26.000 32.000
- Tomat sayur 8.000 8.000 8.000
- Kentang 8.500 5.000 5.000
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
