Logo Header Antaranews Kepri

273 satuan pendidikan di Batam terapkan kurikulum merdeka

Kamis, 29 September 2022 17:23 WIB
Image Print
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan (ANTARA/Jessica)

Batam (ANTARA) - Dinas Pendidikan Kota Batam, Kepulauan Riau menyebutkan sebanyak 273 satuan pendidikan yang terdiri dari TK, SD, dan SMP telah menerapkan kurikulum merdeka.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan di Batam, Kamis mengatakan penerapan kurikulum merdeka sudah mulai berjalan sejak tahun ajaran baru 2022/2023.

"Hingga saat ini sudah ada 273 sekolah yang melaksanakan kurikulum merdeka. TK ada 13 sekolah, SD ada 190 sekolah, SMP ada 70 sekolah," kata Hendri.

Baca juga:
Polda Kepri terapkan TNBK warna hijau di FTZ Batam, Bintan, dan Karimun


Indonesia dan Singapura tingkatkan pengawasan laut

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Batam saat ini terdapat sekitar 1.000 satuan pendidikan baik negeri atau swasta yang ada di daerah setempasetempa

Lebih lanjut, Hendri menjelaskan kurikulum merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam dan pembelajaran akan lebih maksimal, agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan memperkuat kompetensinya.

"Perbedaan kurikulum merdeka dengan kurikulum 2013 (K13) yaitu, K13 itu proses pembelajarannya berorientasi atau berpusat pada guru. Sementara kurikulum merdeka berpusat ke anak. Jadi pada kurikulum merdeka ini tingkat keaktifan harus dari anak, anak yang lebih berkreativitas. Guru sebagai fasilitator, pembimbing , pelatih, pembina untuk mengarahkan potensi pada anak," ujar dia.

Ia menjelaskan bagi sekolah yang sudah mengajukan diri atau mendaftar untuk melaksanakan kurikulum merdeka, Kemendikbudristek menyiapkan tiga jalur yang sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing di antaranya Jalur Kurikulum Merdeka Belajar Mandiri, Jalur Kurikulum Merdeka Berubah, dan Jalur Kurikulum Merdeka Berbagi.

"Untuk satuan pendidikan yang selain dari program sekolah penggerak, itu hanya memilih 2 kurikulum saja, yaitu Kurikulum Merdeka Belajar Mandiri dan Kurikulum Merdeka Berubah. Sementara untuk sekolah penggerak Kurikulum Merdeka Berbagi, karena mereka memang sudah disiapkan untuk menerapkan itu," demikian Hendri.

Baca juga:
Kepala BP Batam berbagi pengalaman percepatan pembangunan dengan Tanjungpinang



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026