Logo Header Antaranews Kepri

Pengunjung Diamond City Mall Panik Diancam Bom

Kamis, 5 Agustus 2010 16:15 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Kepanikan dialami pengunjung pusat perbelanjaan Diamond City Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau yang mendapat ancaman peledakan bom, Kamis 5 Agustsu 2010 siang.

Pengancaman terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, mengakibatkan pengunjung maupun pedagang berhamburan keluar gedung DC Mall, pusat perbelanjaan di Jodoh Batam.

Seperti juga pedagang yang bergegas menutup toiko kemudian berhamburan ke luar, para pengunjung pun berlarian, bahkan ada yang menggandeng anak, tergopoh-gopoh meninggalkan gedung itu.

Kebanyakan gerai di Diamond City Mall (DC Mall) menjual pakaian, perangkat elektronik, telepon seluler, makanan, minuman dan komputer.

Siti Munawwaroh (34), warga Baloi Garden, Lubuk Baja, Kota Batam menyatakan tidak menyangka ada ancaman bom di siang bolong itu.

Ia sedang berbelanja dengan dua anaknya saat mendapat kabar ada yang akan meledak di dalam gedung sehingga langsung menyelamatkan diri dengan menggunakan eskalator dari lantai tiga.

"Ada-ada saja," ujarnya singkat dengan wajah yang panik.

Wajah pucat dan ketakutan juga tampak pada diri Che Lin (35) pedagang "handphone" yang tiba-tiba harus menutup gerai dsna menyelamatkan diri.

Awalnya dia tidak tahu ada ancaman peledakan bom.

Che Lin baru mengetahui dari seorang pengunjung yang berlari dari lantai tiga sambil berteriak bahwa ada bom.

Ancaman peledakan bom membuat seluruh pengunjung dan pedagang diharuskan petugas kepolisian keluar gedung.

Tidak hanya pengunjung dan pedagang, petugas juga meminta karyawan kantor di kompleks mal itu meninggalkan tempat kerja.

Petugas kepolisian langsung meminta pengunjung maupun warga sekitar pusat perbelanjaan DC Mall untuk menjauh dalam radius 100 meter dari lokasi kejadian.

Kemacetan juga terjadi di ruas jalan sekitar mal karena banyak warga berkerumun melihat kegiatan petugas Gegana Polda Kepulauan Riau yang pada sekitar pukul 14.00 WIB meledakkan tas hitam yang disebut-sebut JS --pengancam dan sudah ditangkap-- sebagai bom. (SW/Btm1)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026