Logo Header Antaranews Kepri

TPH Batam Siapkan 700 Sapi Konsumsi Ramadhan

Selasa, 10 Agustus 2010 11:12 WIB
Image Print
Ilustrasi: Daging sapi di pasar Tanjungpinang ( Foto kepri.antaranews.com/Hengky Mohari)

Batam (ANTARA News) - Tempat Pemotongan Hewan Sei Temiang, Batam, Kepulauan Riau, menyediakan 700 ekor sapi dari Jawa dan Lampung untuk konsumsi warga di bulan Puasa hingga Lebaran 1431 H.

Sapi-sapi tersebut merupakan titipan dari para pelaku usaha daging sapi, kata Iqbal Jaya Sasmita, kepala Seksi Produksi Subdit Agribisnis BP Kawasan Batam, di TPH Sei Temiang, Selasa.

"Kami memperkirakan stok untuk kebutuhan selama Ramadhan hingga Lebaran untuk Kota Batam aman," kata Iqbal, penanggungjawab TPH Sei Temiang.

Jenis sapi yang disembelih di TPH tersebut antara lain brahman, santa dan limousine.

Setiap hari TPH Sei Temiang menyembelih 5 hingga 10 ekor sapi untuk suplai daging ke beberapa pasar di Batam.

Volume daging sapi yang bisa dihasilkan dari tempat tersebut setiap hari mencapai lima ton dengan harga per kilogram Rp70 ribu di tingkat penjual.

Untuk menghasilkan kualitas daging sapi yang baik, Iqbal mengatakan, sapi-sapi di TPH tersebut selalu dipantau kesehatan dan kelayakan potongnya oleh dokter hewan dari Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan Kota Batam.

"Sebelum dipotong, sapi 'dipuasakan' terlebih dahulu," ujarnya.

Setelah dipotong, daging sapi juga akan tetap diperiksa oleh dokter hewan untuk memastikan layak atau tidak untuk dikonsumsi.

Pemeriksaan setelah pemotongan biasanya dilakukan dengan meneliti hati sapi, katanya.

"Apabila hati sapi itu berwarna merah maka layak untuk dikonsumsi," terang Iqbal.

Satu ekor sapi, kata Iqbal dapat menghasilkan daging segar seberat 450 hingga 500 kilogram.

Jumlah tersebut menurutnya mampu membantu pemenuhan kebutuhan daging sapi di Batam yang mencapai 4 hingga 5 ton setiap hari.

Kekurangan kebutuhan daging sapi di Batam ditopang dengan keberadaan daging impor yang didatangkan dari Selandia Baru, Australia dan Amerika Serikat. (SW/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026