Logo Header Antaranews Kepri

Pemkot Tanjungpinang pertimbangkan tutup BUMD karena merugi Rp4 miliar

Kamis, 24 November 2022 16:12 WIB
Image Print
Wali Kota Tanjungpinang, Rahma. (Ogen)

Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mempertimbangkan akan menutup BUMD PT Tanjungpinang Makmur Bersama (PT TMB) karena merugi sekitar Rp4 miliar selama periode 2020-2021.

Wali Kota Tanjungpinang Rahma mengatakan berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), BUMD PT TMB pada 2020 merugi sebesar Rp1,8 miliar, dan 2021 sebesar Rp2,3 miliar.

"Itu dari hasil audit keuangan BUMD PT TMB tahun 2020-2021. Belum termasuk tahun 2022," kata Rahma di Tanjungpinang, Kamis.

Baca juga:
Satu rumah di Tanjungpinang roboh akibat angin kencang

Puluhan penerima manfaat PKH di Tanjungpinang mundur saat labelisasi rumah

Menurut Rahma kondisi ini tidak bisa dibiarkan terus-menerus, sehingga perlu diambil langkah strategis menyangkut nasib ke depan perusahaan plat merah tersebut.

Ia menyebut selain pertimbangan menutup BUMD PT TMB, ada juga opsi untuk mengganti direksi perusahaan itu menyusul mundurnya Direktur Utama Fahmi dan Direktur Irwandy baru-baru ini.

Kendati demikian, katanya, pergantian direksi juga tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan. Tentu diperlukan pengganti yang betul-betul paham tata kelola BUMD sekaligus mampu menjalankan model bisnis yang dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

"BUMD itu sejatinya tulang punggung ekonomi daerah. Tapi kalau terus-terusan rugi seperti ini, bagaimana mau dipertahankan," ucap Rahma yang juga pemegang saham utama BUMD PT TMB.

Baca juga:
Pemkot Tanjungpinang pastikan cadangan pangan mencukupi hingga akhir tahun

Sapi dari provinsi lain belum diizinkan masuk ke Tanjungpinang

Rahma juga menyoroti pemasukan BUMD PT TMB hanya sebesar Rp200 juta per tahun, sementara modal operasional yang diperlukan untuk menjalankan perusahaan itu sekitar Rp300 juta per tahun. "Itu saja minus Rp100 juta. Tak ada untung," katanya pula.

Rahma melanjutkan akan meminta masukan dari pihak-pihak terkait untuk menentukan nasib BUMD PT TMB, apakah harus ditutup atau mencari direksi yang baru untuk memaksimalkan peran perusahaan milik pemerintah daerah tersebut.

Baca juga:
Tanjungpinang libatkan penjahit lokal dalam pengadaan seragam sekolah

Aparat gabungan tangkap narapidana yang kabur dari Rutan Tanjungpinang

Disnaker Tanjungpinang beri pelatihan menjahit dan las untuk warga

Dinkes Tanjungpinang sampaikan tambahan puskesmas pada momentum HKN



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026