Logo Header Antaranews Kepri

80 Ormas Tolak Demonstrasi di Hari Jadi Karimun

Minggu, 10 Oktober 2010 23:42 WIB
Image Print
Sejumlah pimpinan organisasi kepemudaan dan LSM menandatangani pernyataan sikap menolak aksi demo di Hari Jadi Kabupaten Karimun ke-11 pada 12 Oktober 2010. (kepri.antaranews.com/Rusdianto)

Karimun, (ANTARA News) - Sebanyak 80 organisasi kemasyarakatan, pemuda, lembaga swadaya masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh adat dan Badan Eksekutif Mahasiswa menolak demonstrasi yang dikabarkan digelar Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia pada Hari Jadi Kabupaten Karimun 12 Oktober 2010.

Penolakan itu tertuang dalam pernyataan sikap ditandatangani bersama di Gedung Nasional Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu 10 Oktober 2010.

Dalam pernyataan sikap itu, para pimpinan organisasi kemasyarakatan (Ormas), organisasi kepemudaan (OKP), lembaga swadaya masyarakat (LSM), tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda mengimbau seluruh masyarakat, kelompok atau perorangan agar tidak berunjuk rasa, baik pada Hari Jadi Karimun.

Pernyataan sikap yang turut ditandatangani Lembaga Adat Melayu (LAM) itu juga meminta polisi tidak memberikan izin demonstrasi kapanpun dengan alasan apapun dan kepada pihak manapun demi menjaga semangat persatuan dan kebersamaan yang telah terbina di kabupaten itu.

Para pimpinan Ormas juga meminta masyarakat Karimun maupun dari luar untuk tidak memaksakan kehendak, tetapi dipersilakan menempuh jalur hukum formal terkait berbagai isu yang mencuat menjelang Pemilihan Kepala Daerah 5 Januari 2011 dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam penegakan supremasi hukum.

Ketua Lembaga Kerukunan Nasional (LKN) Karimun Cendra Nawazir mengatakan pernyataan sikap merupakan wujud kepedulian masyarakat dalam mempertahankan situasi yang kondusif.

''Masyarakat menginginkan daerah ini tetap aman dan kondusif, serta pelaksanaan Pilkada berlangsung jujur, adil dan damai,'' katanya.

Mengenai rencana demonstrasi Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tanjungpinang terkait kasus ijazah Bupati Karimun Nurdin Basirun, Cendra mengaku tidak mengetahui hal itu.

''Kalau soal itu kami tidak tahu, pernyataan sikap itu semata menginginkan perayaan Hari Jadi Karimun berjalan lancar dan aman,'' katanya.

Pantauan, sejumlah pimpinan ormas yang turut menandatangani pernyataan sikap itu seperti Ketua MPC Pemuda Pancasila Amril Tanjung, Ketua DPW Persatuan Pemuda Tempatan Risdiyansyah, Ketua LSM Anak Bangsa Indonesia M Rahman, Ketua LSM Transparansi Anggaran Pembangunan Yos Abramsyah, Ketua Kerukunan Pemuda Karimun Zulkhainen, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Karimun Fadli dan lainnya.

Sebelumnya, Kepala Satuan Intelkam Polres Karimun Ajun Komisaris Edi Buche mengatakan, PMII Tanjungpinang telah mengirimkan surat pemberitahuan akan berunjuk rasa pada HUT Karimun ke-11.

''Suratnya sudah masuk, namun izinnya belum kami terbitkan. Isu yang akan disampaikan dalam unjuk rasa adalah kasus ijazah bupati,'' katanya. (ANT-028/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026