
KPU Tetapkan Lima Pasangan Calon Kepala Daerah

Batam (ANTARA News) - Komisi Pemilihan Umum Kota Batam, Kepulauan Riau, menetapkan lima pasangan calon kepala daerah yang ikut dalam pilkada tahun 2011.
"Kami sudah tetapkan lima pasangan, yang artinya, lima pasangan ini yang akan ikut dalam pilkada Batam," kata Ketua KPU Kota Batam, Hendriyanto di Batam, Jumat.
Lima pasangan itu, kata Hendri, lolos dalam tahap verifikasi syarat peserta yang disusun KPU. Sedang satu pasang lain gugur karena tidak lolos verivikasi.
Lima pasangan yang dinyatakan lolos verifikasi adalah Ria Saptarika-Zainal Abidin, Nada Faza Soraya-Nuryanto, Ahmad Dahlan-Rudi, Amir Hakim Siregar-Syamsul Bahrum dan Aripin-Irwansyah.
"Kelimanya merupakan pasangan yang diusung partai politik," kata dia.
Kelima pasang itu, kata dia, memenuhi syarat administrasi, syarat kesehatan dan jumlah prosentase dukungan partai.
Sedangkan satu pasangan yang tidak lolos verifikasi berasal dari calon independen, yaitu Insyah Fauzi-Andi Najib.
Insyah Fauzi-Andi Najib, kata Hendri, tidak lolos pada verifikasi dukungan warga.
Ia mengatakan, Insyah-Andi tidak melengkapi jumlah pendukung yang disyaratkan KPU, yaitu sekitar 30.000 orang warga. Hingga akhir pasangan independen itu hanya mampu mengumpulkan 12.031 dukungan sah.
"Karena tidak lolos verifikasi dukungan, maka verifikasi yang lain jadi tidak ikut dihitung," kata Ketua KPU Batam.
Selanjutnya, kata dia, KPU menunggu surat keterangan harta kekayaan lima pasang peserta yang lolos dari Komisi Pemberantasan Korupsi.
Lalu, KPU akan melakukan pencabutan nomor urut peserta yang dilaksanakan 15 November 2010, kata Hendri.
"Kami akan mengundang seluruh peserta untuk mengambil nomor urut peserta yang digunakan dalam pilkada Batam 2011," kata Ketua KPU.
Bila sesuai jadwal, maka pilkada Batam akan dilaksanakan serentak dengan pilkada Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, 5 Januari 2011.(Y011/S023/Btm2)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
