Logo Header Antaranews Kepri

Saipem Serap 60 Persen Pekerja dari Karimun

Rabu, 19 Januari 2011 00:02 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA News) - Perusahaan fabrikasi dan jasa kontruksi asal Italia, PT Saipem Karimun Yard di Desa Pangke, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau menyatakan 60 persen dari 2.500 karyawan direkrut dari warga lokal.

Manajer Sumber Daya Manusia PT Saipem Karimun Yard (SKY) Agustinus Setiawan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi A DPRD Karimun, Selasa mengatakan, 60 persen pekerja lokal tersebut direkrut melalui 20 perusahaan sub-kontraktor dengan porsi terbesar untuk warga Pangke.

''Warga Karimun dari desa/kelurahan lain juga kami rekrut seperti dari Pulau Parit, Kundur atau Moro,'' katanya yang didampingi Manajer Pengembangan Usaha SKY Alex Josifov dan Humas Nurhayati.

Menurut Agustinus, besarnya persentase untuk warga Karimun sebagai bentuk komitmen mewujudkan kesepakatan bersama pemerintah daerah dalam memberikan kesempatan kerja bagi warga lokal.

Dia mengatakan, sistem perekrutan tidak hanya mengacu pada pendidikan, tetapi juga berdasarkan keahlian yang dimiliki warga serta disesuaikan dengan kebutuhan, seperti tenaga las atau ''welding'' yang menurut dia tidak semuanya tamatan SMA, tetapi ada juga yang tamat SMP bahkan SD.

''Kami selalu bersikap transparan dalam perekrutan pekerja. Setiap ada kebutuhan tenaga kerja selalu kami laporkan kepada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker),'' ucapnya.

Kepala Disnaker Ruffindy Alamsjah mengharapkan perusahaan tidak hanya merekrut warga lokal sebagai buruh kasar, tetapi ditempatkan pada posisi strategis.

''Disnaker mengapresiasi tingginya persentase warga lokal, namun ke depan diharapkan lebih diarahkan pada posisi strategis,'' ucapnya.

Rapat yang dipimpin Ketua Komisi A Jamaluddin Sahari tersebut menghadirkan PT SKY guna mengetahui perkembangan komposisi karyawan jelang beroperasinya perusahaan tersebut pada tahun ini.

Anggota Komisi A Zulfikar mengapresiasi komitmen SKY untuk mengutamakan warga lokal. Namun demikian, dia justru mempertanyakan kesiapan pemerintah daerah dalam menyiapkan tenaga kerja sesuai keahlian yang dibutuhkan perusahaan tersebut.

''Kami tidak khawatir pada komitmen SKY, yang kami khawatirkan adalah kesiapan kita mengisi kebutuhan pekerja. Pemerintah daerah sudah seharusnya menyiapkan itu dengan mendata serta melatih para pemuda agar memiliki keahlian yang dibutuhkan,'' ucapnya. (ANT-RD/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026